BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Disusun oleh: Dasim,M. Afif, Siti Maisaroh,Roisana Himmatul A’la,

A. Pengertian Bimbingan dan Konseling (BK)

1. Pengertian secara Umum

Dalam bahasa Inggris “counseling” dikaitkan dengan kata “counsel” yang di artikan sebagai berikut:

a. Nasehat (to obtain counsel)

b. Anjuran (to give counsel)

c. Pembicaraan (to take counsel)

d. Dengan demikian konseling diartikan sebagai pemberian nasehat, anjuran dan pembicaraan dengan bertukar pikiran

Maka konseling dalam tinjauan terminologi (istilah) banyak dijumpai dalam literatur-literatur bimbingan dan konseling antara lain:

  1. C. Patterson (1959) mengemukakan bahwa konseling adalah proses yang melibatkan hubungan antar pribadi antara seorang terapis dengan satu klien atau lebih, dimana terapis menggunakan metode-metode psikologis atas dasar pengetahuan sistematik tentang kepribadian manusia dalam upaya meningkatkan kesehatan mental klien.
  2. Edwin C. Elwis (1970) mengemukakan bahwa konseling adalah suatu proses dimana orang yang bermasalah dibantu secara pribadi untuk merasa dan berprilaku yang lebih memuaskan melalui interaksi dengan seseorang yang tidak terlibat (konselor) yang menyediakan informasi  dan reaksi yang merangsang klien untuk mengembangkan prilaku yang memungkinkannya berhubungan secara efektif dengan dirinya dan lingkungannya.
  3. Devision of 17 of The American Psychologocal Association (APA) merumuskan definisi konseling sebagai bekerja dengan individu atau kelompok yang berkaitan dengan masalah pribadi, sosial, pendidikan dan vokasional.[1]
  4. Menurut Williamson, konseling diartikan sebagai suatu proses personalisasi dan individualisasi untuk membnatu seseorang dalam mempelajari mata pelajaran di sekolah. Ciri-ciri prilaku sebagai warga negara dan nilai-nilai pribadi dan sosial serta kebiasaan dan semua kebiasaan lainnya, mempelajari keterampilan (skill), sikap dan kepercayaan yang dapat membantu dirinya selaku mahluk yang dapat menyesuaikan diri secara normal.[2]

2. Definisi Konseling dalam Islam

Deefinisi Konseling dalam pendidikan Islam adalah suatu aktivitas memberikan bimbingan, pengajaran dan pedoman kepada anak didik yang dapat mengembangkan potensi akal pikirannya, kejiwaannya, keimanan dan keyakinannya serta dapat menanggulangi problematika di sekolah/madrasah dan keluarga dengan baik dan benar secara mandiri dan berparadigma kepada al-Quran dan As-Sunnah Rasulullah SAW serta aturan-aturan sekolah.

B. Ruang Lingkup Bimbingan dan Konseling

1.      Bimbingan dan konseling di bidang vokasional (vocational Guidance and Counseling) yaitu bimbingan dan penyuluhan yang berhubungan dengan masalah jabatan atau pekerjaan yang perlu di pilih oleh murid sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing untuk masa sekarang dan yang akan datang.

2.      Bimbingsn dan konseling dalam bidang kependidikan (Educational Guidance and Counseling) yaitu pemberian bimbingan yang menyangkut tentang pengambilan keputusan mengenai lapangan studi yang akan di pilih

3.      Bimbingan dan konseling dalam kehidupan keagamaan (Religious Counseling) bertujuan untuk membantu pemecehan problema perseorangan dengan melalui keimanan menurut agamanya.

C. Sasaran Bimbingan dan Konseling

  1. Pelayanan yang membantu siswa agar dapat lebih memahami tentang dirinya sendiri, terhadap bakat serta kemungkinan perkembangannya agar dapat dengan mudah mengungkapkan perasaan tertekan dan harapan ke alam sadarnya, serta melihat hal tersebut tanpa distorsi
  2. Pelayanan yang membantu kepada pertumbuhan hidup sosial dan ketrampilannya ke arah sikap dan perasaan senang hidup bermasyarakat
  3. Pelayanan terhadap kebutuhan siswa di bidang kesehetan mental dan fisik, keuangan dalam bentuk koperasi, pinjam meminjam, beasiswa, Student Employment Services (bagian urusan penemoatan kerja) adalah penting artinya bagi perkembangan studi mereka lebih lanjut[3]

D. Teknik-Teknik Konseling Dalam Islam

1.Teknik yang bersifat lahir

Teknik yang bersifat lahir ini menggunakan alat yang dapat di lihat, di dengar atau dirasakan oleh klien (anak didik)yaitu dengan menggunakan tangan atau lisan antara lain:

a) Dengan menggunakan kekuatan, power dan otoritas

b) Keinginan, kesungguhan dan usaha yang keras

c) Sentuhan tangan (terhadap klien yang mengalami stres dengan memijit di bagian kepala,             leher dan pundak)

d) Nasehat, wejangan, himbauan dan ajakan yang baik dan benar. Maksudnya dalam    konseling, konselor lebih banyak menggunakan lisan yang berupa pertanyaan yang harus dijawab oleh klien dengan baik, jujur dan benar. Agar konselor bisa mendapatkan jawaban     dan pernyataan yang jujur dan terbuka dari klien, maka kalimat yang dilontarkan konselor           harus mudah dipahami, sopan dan tidak menyinggung perasaan atau melukai hati klien.   Demikian pula ketika memberikan nasehat hendaklah dilakukan denagn kalimat yang indah,      bersahabat, menenangkan dan menyenangkan.

e) Menbacakan do’a atau berdo’a dengan menggunakan lisan

f) Sesuatu yang dekat dengan lisan yakni dengan air liur hembusan (tiupan)

2. Teknik yang Bersifat Batin

Yaitu teknik yng hanya dilakukan dalam hati dengan do’a dan harapan namun tidak usaha dan   upaya yang keras secara konkrit, seperti dengan menggunakan potensi tangan dan lisan. Oleh karena itulah Rosululloh bersabda “bahwa melakukan perbuatan dan perubahan dalam hati saja merupakan selemah-lemahnya iman”.

Teknik konseling yang ideal adalah dengan kekuatan, keinginan dan usaha yang keras dan sungguh-sungguh dan diwujudkan dengan nyata melalui perbuatan, baik dengan tangan, maupun sikap yang lain. Tujuan utamanya adalah membimbing dan mengantarkan individu (anak didik) kepada perbaikan dan perkembangan eksistensi diri dan kehidupannya baik dengan Tuhannya, diri sendiri, lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat.[4]

E. KESIMPULAN

Bimbingan konseling dalam pendidikan Islam adalah suatu aktifitas memberikan bimbingan, pengajaran dan pedoman kepada anak didik yang dapat mengembangkan potensi akal pikiran, kejiwaan, keimanan dan keyakinannya serta dapat menanggulangi problematika dalam keluarga, seolah dan masyarakat dengan baik dan benar secara mandiri berdasarkan al Qur’an dan al Hadist. Dengan menggunakan teknik-teknik tertentu baik yang bersifat lahir ataupun batin yang dilakukan oleh guru BK/BP dalam lingkungan sekolah/madrasah.

F. DAFTAR PUSTAKA

Adz Dzaky, Hamdani Bakran. Konseling dan Psikoterapi Islam. Fajar Pustaka Baru: Yogyakarta, 2002

Arifin, Muhammad. Teori-Teori Konseling Agama dan Umum. Golden Terayon Press: Jakarta, 2003


[1] Konseling dan Psikoterapi Islam: 179-180

[2] Teori-Teori Konseling Agama dan Ilmu: 95-96

[3] prof.H.M Arifin M.Ed. teori-teori konseling agama dan umum

[4] Drs. H. M. Hamdani Bakran Adz Dzaky. Hal: 206-207

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: