<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Amang Fathur&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://mabadik.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mabadik.wordpress.com</link>
	<description>a journey for a long way</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Jun 2011 10:37:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mabadik.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/af933638658bd5e01718db5df1992fa3?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Amang Fathur&#039;s Blog</title>
		<link>http://mabadik.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mabadik.wordpress.com/osd.xml" title="Amang Fathur&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mabadik.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PR Backlink Generator</title>
		<link>http://mabadik.wordpress.com/2011/03/20/pr-backlink-generator/</link>
		<comments>http://mabadik.wordpress.com/2011/03/20/pr-backlink-generator/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 06:37:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mabadik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mabadik.wordpress.com/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[PR Backlinks Generator adalah sebuah software yang akan membantu anda mencari ratusan blog WordPress dengan PageRank yang tinggi yang bisa disesuaikan dengan niche website/blog anda dan anda bisa memberikan comment sesuka anda. singkatnya, PR Backlinks Generator adalah software bisa mencari blog wordpress yang memungkin anda untuk memberikan komentar yang berarti backlink bagi blog anda. Yang&#160;&#8230; <a href="http://mabadik.wordpress.com/2011/03/20/pr-backlink-generator/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=432&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p>PR Backlinks Generator adalah sebuah software yang akan membantu anda mencari ratusan blog WordPress dengan PageRank yang tinggi yang bisa disesuaikan dengan niche website/blog anda dan anda bisa memberikan comment sesuka anda.</p>
<p>singkatnya, PR Backlinks Generator adalah software bisa mencari blog wordpress yang memungkin anda untuk memberikan komentar yang berarti backlink bagi blog anda.<span id="more-432"></span></p>
<p>Yang perlu diingat bahwa alat ini bukan merupakan auto posting comment, alat ini hanya mempermudah anda mencari blog yang bisa mendatangkan backlink kepada anda tetapi tetap saja comment yang anda berikan anda ketik dan masukkan secara manual. Biasanya kalau auto comment tidak efektif karena akan di anggap SPAm oleh beberapa blog lalu comment anda akan langsung di blok.</p>
<p>Satu hal lagi yang perlu di ingat bahwa comment anda haruslah tidak berifat SPAM dan berkaitan dengan topik yang sedang diperbincangkan blog tersebut. Alat ini hanya mempermudah anda tetapi jangan digunakan untuk merugikan pihak lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kelebihan PR BackLinks Generator:</p>
<p>* anda bisa mencari 100 blog sekaligus</p>
<p>* Cari blog yang berkaitan dengan keyword yang anda targetkan, dari segala topik</p>
<p>* Cari blog dari PR0 sampai PR8</p>
<p>* tidak perlu di install… (portable)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cara kerjanya tidak rumit, setelah download terus unzip filenya. lalu ikuti langkah berikut :</p>
<p>1. Buka aplikasi PR Backlink Generator</p>
<p>2. Pada tab “User Information” isikan data Nama, Email dan url blog anda, pilih “save”</p>
<p>3. Pindah ke tab “Keywords” lalu isi keyword blog yang anda inginkan (misal: komputer, maka semua blog tentang komputer akan terkumpul)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>4. Kalau sudah selesai anda bisa lihat hasil pencariannya pada tab “Search Results”. Pada bagian ini anda juga bisa mensorting (memilah) blog mana saja yang anda ingin berikan comment</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>5. Pilih tab “Start Process” untuk memulai, lalu pilih “Load 10 site” maka software ini akan me-loading 10 blog pertama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>6. Lihat pada tab browser 1 &#8211; 10. ini merupakan situs yang sudah terkumpul, maka mulailah memposting komentar anda…</p>
<p>7. Setelah anda selesai memberikan komentar ke 10 situs tersebut,  Ulangi langkah 6 dan 7 untuk me-loading 10 situs berikutnya hingga semua situs telah selesai diberi komentar</p>
<p>Semoga bermanfaat!</p>
<p><strong>Download disini :</strong></p>
<blockquote><p><code>http://www.mediafire.com/?tznntlddtyz<br />
atau</p>
<p>http://www.rapidspread.com/file.jsp?id=qmm0cinuam</code></p></blockquote>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mabadik.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mabadik.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mabadik.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mabadik.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mabadik.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mabadik.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mabadik.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mabadik.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mabadik.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mabadik.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mabadik.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mabadik.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mabadik.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mabadik.wordpress.com/432/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=432&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mabadik.wordpress.com/2011/03/20/pr-backlink-generator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1975050cc77ed4231d5f0840bad407b1?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mabadik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Menerbitkan Buku di Penerbit</title>
		<link>http://mabadik.wordpress.com/2011/03/02/cara-menerbitkan-buku-di-penerbit/</link>
		<comments>http://mabadik.wordpress.com/2011/03/02/cara-menerbitkan-buku-di-penerbit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 00:01:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mabadik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cara menerbitkan buku]]></category>
		<category><![CDATA[isbn]]></category>
		<category><![CDATA[penerbit]]></category>
		<category><![CDATA[penerbitan]]></category>
		<category><![CDATA[penerbitan buku]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian penerbitan]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mabadik.wordpress.com/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[Banyak di antara kita yang sangat gemar menulis. Banyak yang sebenarnya ingin mempublikasikan karyanya kepada umum. Tentu dengan cara menerbitkan buku tersebut. Namun sayangnya banyak yang kurang memahami bagaimana langkah-langkah untuk menerbitkan buku. Hal-hal apa saja yang harus diketahui jika seseorang ingin menerbitkan buku? Kami mencoba membeberkan hal-hal yang perlu diketahui untuk menerbitkan buku. Ini&#160;&#8230; <a href="http://mabadik.wordpress.com/2011/03/02/cara-menerbitkan-buku-di-penerbit/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=427&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak di antara kita yang sangat gemar menulis. Banyak yang sebenarnya ingin mempublikasikan karyanya kepada umum. Tentu dengan cara menerbitkan buku tersebut. Namun sayangnya banyak yang kurang memahami bagaimana langkah-langkah untuk menerbitkan buku.</p>
<p>Hal-hal apa saja yang harus diketahui jika seseorang ingin menerbitkan buku? Kami mencoba membeberkan hal-hal yang perlu diketahui untuk menerbitkan buku. Ini dia …!<span id="more-427"></span></p>
<p><strong>A. Langkah Awal</strong><br />
Jika kita memiliki buku yang sudah siap diterbitkan tentunya kita harus mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk menerbitkan buku tersebut. Secara garis besar ada dua alternatif untuk menerbitkan buku.<br />
1. Menyerahkan naskah kita ke penerbit. Jadi, buku kita akan diterbitkan oleh mereka.<br />
2. Menerbitkan sendiri (self publishing). Kelebihannya, seseorang bisa bebas menerbitkan apa saja. Kelemahannya, soal-soal lain terkait dengan penerbitan buku seperti pemasaran, promosi, administrasi, cetak-ulang jika laku, dll. menjadi tidak terkendalikan.Terbit perdana biasanya (untuk ukuran normal) 3.000 eksemplar. Cara menjual dan memasarkannya jelas perlu bantuan orang lain, tidak bisa dilakukan sendiri. Terkait dengan penjualan, kita harus berhubungan dengan distributor, agen, kemudian toko-toko buku. Terkait dengan pemasaran, kita harus berhubungan dengan pameran buku dan sarana-sarana promosi</p>
<p><strong>B. Mengirim Naskah Ke Penerbit</strong></p>
<p>Tampaknya mengirim naskah ke penerbit memang lebih mudah dilakukan. Umumnya hampir semua penulis menempuh jalur ini. Dengan mengirimkan naskah kita ke penerbit seluruh biaya produksi akan ditanggung sepenuhnya oleh penerbit. Kita tidak perlu memikirkan biaya percetakan, distribusi, promosi, dan sebagainya. Yang harus kita lakukan hanyalah meyakinkan penerbit bahwa buku kita layak untuk diterbitkan.</p>
<p>Untuk mengirim naskah ke penerbit tentunya kita harus menghubungi penerbit terlebih dahulu. Yang pertama kita lakukan adalah mencari alamat penerbit. Jika kita ingin menerbitkan novel remaja atau teenlit belilah buku dari berbagai penerbit seperti Gramedia, Gagasmedia, Puspa Swara dan sebagainya. Di dalam buku tersebut pasti ada alamat penerbitnya. Kita bisa mencatat nomor teleponnya kemudian menghubungi penerbit tersebut.<br />
Atau jika kita malas menghubungi penerbit kita bisa coba melalui email. Biasanya penerbit sekarang punya email. Kalau alamat email tak ada di buku yang mereka terbitkan coba cari tahu. Agar email mendapat jawaban dari orang yang tepat, sebaiknya gunakanlah email pribadi dari si editor, bukan email umum yang dibaca oleh entah siapa. Misal email pribadi editor Mizan Learning Centre, Hernowo adalah hernowo@mizanlc.com<br />
Carilah alamat email pribadi si editor, sapalah ia dengan bahasa sopan dan personal. Insya Allah ia dengan senang hati akan menjawab pertanyaan kita.</p>
<p>C.Mengetahui Karakter Penerbit<br />
Hal yang tak boleh dilupakan jika kita mengirim naskah ke penerbit adalah mempelajari karakter penerbit tersebut. Hal ini sangat penting diketahui karena setiap penerbit memiliki karakter yang berbeda-beda. Walaupun Gagasmedia dan Gramedia sama-sama menerbitkan teenlit, pasti ada karakter yang berbeda pada buku-buku terbitan mereka.<br />
Sebagai contoh MQS Publishing menginginkan buku-buku terbitan mereka tidak bertentangan dengan keislaman, gagasan orisinal dan menarik atau bentuk lain gagasan yang lebih inovatif, ditulis dengan bahasa yang gamblang atau mudah dicerna serta dinalar dan terutama marketable.(www.pembelajar.com)</p>
<p>Nah, sudah jelas kan setiap penerbit memiliki selera yang berbeda-beda. Jika kita mengirim buku bergaya metropolis dan hedonis ke MQS tentu akan ditolak mentah-mentah tapi mungkin berbeda jika kita mengirimkannya kepada penerbit lain.<br />
Untuk itulah sebelum mengirim naskah kepada suatu penerbit, kita harus mengetahui terlebih dahulu karakter dari penerbit tersebut. Tujuannya jelas, agar naskah kita terkirim kepada penerbit yang tepat.</p>
<p>Jika naskah kita ditolak alasannya tentu bukan karena naskah yang tidak sesuai dengan selera serta misi dan visi penerbit. Jika memang ini alasannya kita tidak perlu sedih dan kecewa. Karena masih banyak penerbit lain yang memiliki selera serta visi dan misi yang sama dengan kita.</p>
<p>Bagaimana mengetahui selera penerbit? Ada banyak caranya. Cara yang paling ampuh tentu saja dengan membaca buku-buku yang mereka terbitkan. Dari sana biasanya kita akan mendapat gambaran yang memadai.</p>
<p>Atau kita bisa juga bertanya kepada penulis atau siapa saja yang sudah mengenal karakter penerbit. Saat ini ada banyak milis penulisan yang dapat digunakan untuk mencari informasi seperti ini.</p>
<p><strong>D. Melihat Potensi Pasar</strong><br />
Setiap penerbit tentunya memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap buku yang akan mereka terbitkan. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya jika naskah kita ditolak di suatu penerbit bukan berarti tulisan kita jelek. Bisa saja karena tidak sesuai dengan visi dan misi mereka.</p>
<p>Secara umum, sebuah naskah ditolak karena naskah tersebut diprediksi tidak laku, temanya tidak diminati pasar. Alasan lain karena naskah tersebut ditulis dengan cara yang tidak tertata sehingga membutuhkan pengolahan di redaksi yang sangat sulit.</p>
<p>Bagaimana dengan peluang penulis pemula? Apakah penerbit lebih menyukai tulisan yang pemula atau yang lebih ternama?</p>
<p>Sebagai gambaran, berikut adalah kebijakan yang diterapkan oleh penerbit Andi Publisher, Yogyakarta:</p>
<p>- Editorial (kualitas naskah dari segi bahasa, EYD, dst) = 10 %</p>
<p>- Peluang potensi pasar = 50 %</p>
<p>- Keilmuan (khususnya untuk naskah nonfiksi) = 30 %</p>
<p>- Reputasi penulis = 10%</p>
<p>Jadi jelas suatu penerbit akan menolak atau menerbitkan suatu naskah bergantung pada menarik tidaknya naskah itu. Saat ini banyak penulis pemula yang tak dikenal melejit gara-gara bukunya dikemas dengan judul yang unik dan menarik perhatian orang. Misalnya, Jangan Jadi Orang Gajian Seumur Hidup. Ada pengarang yang sebelumnya tak dikenal yang melejit gara-gara punya komunitas, ada juga yang memang menerbitkan sebuah karya yang lain daripada yang lain. Pada tahun 2005, beberapa penulis novel remaja (serial &#8220;teenlit&#8221;), tiba-tiba bukunya sangat laku.</p>
<p>Biasanya buku-buku yang diterbitkan oleh penulis pemula adalah buku-buku fiksi. Hal ini sangat wajar karena buku fiksi lebih mudah dijual dan pasarnya lebih besar daripada nonfiksi. Sebenarnya penulis pemula boleh saja menerbitkan buku nonfiksi karena memang tidak ada larangan dalam berkarya. Hanya biasanya mereka mempertimbangkan laku-tidaknya. Karena menulis buku –baik fiksi maupun nonfiksi- tidak mudah.</p>
<p>Jadi, penerbit dalam menerbitkan naskahnya sangat melihat potensi pasar atau tren yang sedang berkembang. Masalah tren ini memang sangat cepat berubah. Agak sulit meramal tren untuk masa sekarang karena perubahan begitu sangat cepat. Kalau kita amati tahun 2006, novel masih mendominasi, terutama yang kontroversial model Da Vinci Code atau novel yang mengisahkan &#8220;kelainan&#8221; (seperti 24 Wajah Billy). Buku agama juga masih memiliki pasar, terutama yang terkait dengan terapi, kemukjizatan, atau penyibakan misteri.</p>
<p>Lantas, tentu, buku model Detik-Detik Menentukan karya Pak Habibie juga masih<br />
akan laku jika seorang tokoh atau siapa saja bisa menguak hal-hal yang<br />
membuat orang penasaran.</p>
<p>Sebuah penerbit yang jeli dalam melihat potensi pasar dapat menghasilkan buku yang kita kenal dengan sebutan best seller. Sebenarnya apa kriteria buku dikatakan best seller? Mengapa saat ini banyak penerbit yang mengklaim bukunya sebagai best seller?<br />
Hal ini sangat wajar karena menurut kesepakatan buku yang terjual 7000 eksemplar sebelum setahun sudah bisa dikatakan sebagai best seller.</p>
<p><strong>E. Kelengkapan Naskah</strong><br />
Setelah kita tahu akan mengirim naskah ke penerbit mana langkah selanjutnya tentu saja mengirimkan naskah tersebut. Tapi sebelum kita mengirimkan naskah kita harus tahu kelengkapan apa saja yang harus kita kirim pada penerbit.</p>
<p>Untuk Naskah Novel, yang harus dikirim adalah:<br />
1. Naskah novel secara utuh. Jadi, jangan hanya mengirim bab 1 atau daftar isinya saja.<br />
2. Sinopsis cerita. Ini sangat penting agar penerbit memiliki gambaran yang jelas mengenai isi novel kita sebelum mereka membacanya.<br />
3. Surat pengantar. Memang ini tidak wajib, tapi diperlukan sebagai sopan santun terhadap penerbit.<br />
4. Biodata penulis. Biasanya biodata ini dibagi menjadi dua jenis, dan sebaiknya kedua-duanya kita kirim.</p>
<p>Jenis pertama adalah biodata yang tujuannya sebagai arsip si penerbit saja, bukan untuk dipublikasikan. Pada biodata ini, kita harus mencantumkan nama asli, alamat lengkap, nomor telepon, nomor rekening bank, dan sejumlah data penting lainnya., Data seperti ini diperlukan untuk kepentingan administrasi dan komunikasi antara anda dengan si penerbit.</p>
<p>Jenis kedua adalah biodata yang isinya lebih kurang sama dengan biodata penulis yang biasa kita temukan pada buku-buku yang telah diterbitkan. Biodata inilah yang nantinya akan dimuat pada buku kita, jika diterbitkan.</p>
<p>5. Segmentasi naskah. Ini digunakan sebagai bahan pertimbangan tim marketing di penerbit tersebut. Segmentasi naskah cukup diuraikan dalam kalimat singkat, misalnya:<br />
Novel ini ditulis dengan bahasa sehari-hari, para tokohnya adalah anak SMA dan mahasiswa. Novel ditujukan bagi remaja usia 12-20 tahun yang beragama Islam.</p>
<p>6. Karakter para tokoh. Ini digunakan untuk membantu ilustrator dalam membuat gambar-gambar dalam novel kita.</p>
<p>Perlu diketahui, naskah kita cukup diketik dengan format biasa di MS Word. Masalah desain dan lain sebagainya akan ditangani oleh penerbit. Bagaimana dengan buku komik? Ada penulis yang bisa menggambar, jadi gambar dan naskah ditulis sendiri. Ada juga yang diserahkan ke ilustrator, penulis hanya menulis naskahnya. Jika ada pembagian honor, biasanya penulis yang membayar ilustrator. Bisa juga diadakan kerja sama dalam bentuk royalti.</p>
<p>Sedangkan Untuk Kumpulan Cerpen, kelengkapan naskah tak jauh beda dengan novel. Yang tidak wajib kita sertakan hanyalah nomor 2 (sinopsis) dan 6 (karakter para tokoh).</p>
<p>Untuk Naskah Nonfiksi, hampir sama dengan fiksi. Namun, untuk naskah nonfiksi kita bisa mengirim daftar isi saja tidak perlu mengirim naskahnya secara utuh. Hal itu karena sebuah penerbit dapat mengetahui gambaran isi dari naskah nonfiksi hanya dengan membaca daftar isinya. Kita juga bisa mengirim bab satu atau mungkin sinopsisnya saja.</p>
<p>Memang tidak ada salahnya jika kita mengirim naskah yang utuh dan siap diterbitkan. Semuanya tergantung pada keputusan dan juga kebijakan penerbit tentunya.</p>
<p>Pada naskah nonfiksi cukup penting bagi kita untuk menyertakan sebuah halaman yang berisi:</p>
<p>- konsep utama buku kita</p>
<p>- tujuan penulisan buku tersebut</p>
<p>- misi dan visi apa yang anda emban di dalam buku ini.</p>
<p>- apa keunggulan utama dari buku ini.</p>
<p>- jika buku kita punya tema yang mirip dengan buku-buku lain yang sudah terbit, ceritakan apa keunggulan buku kita dibanding buku-buku tersebut.</p>
<p>Kita dapat menceritakan semua poin ini di dalam satu atau dua halaman kuarto. Ini berfungsi sebagai bahan pertimbangan si penerbit untuk menerima atau menolak naskah kita.</p>
<p>Setelah merasa naskah kita lengkap, tentunya kita akan mengirimnya ke penerbit. Kita bisa mengirimkannya lewat pos atau mungkin lewat e-mail. Mana yang lebih baik? Memang saat ini mengirim lewat e-mail akan jauh lebih praktis. Namun menurut Hernowo, CEO Mizan Learning Centre, lebih baik mengirim lewat pos karena memudahkan penerbit untuk menilainya meski cukup merepotkan penulis.</p>
<p><strong>F. Masa Tunggu dan Proses Penerbitan</strong></p>
<p>Setelah naskah kita dikirimkan ke penerbit, kita menunggu naskah kita untuk diterbitkan. Berapa lama naskah kita akan diterbitkan? Bergantung konteksnya, apakah saatnya tepat atau tidak. Biasanya kalau sebuah tema sedang ramai-ramainya dibicarakan masyarakat dan tema itu cocok dengan buku yang akan diterbitkan saatnyalah buku itu diterbitkan. Ada juga buku yang membentuk opini atau lingkungan sehingga bisa diterbitkan kapan pun.Jadi jangan heran jika satu bulan itu sudah bisa dikatakan jangka waktu yang sangat cepat.</p>
<p>Bagaimana prosedur dalam sebuah penerbitan? Setelah menerima naskah kita, penerbit akan menyerahkan pada editor yang berkompeten. Jika naskah kita adalah buku keagamaan, maka akan diserakan pada editor yang menangani buku keagamaan.</p>
<p>Nah, si editor akan membaca naskah kita. Biasanya ia tidak bekerja sendirian, ada tim yang bertugas untuk menyeleksi naskah yang masuk. Tim yang terdiri dari editor (bertugas mempertimbangkan naskah dari segi bahasa, bobot tulisan), staf marketing (mempertimbangkah apakah naskah memiliki nilai jual tinggi), dan beberapa staf lainnya.<br />
Ketika naskah kita masih dalam proses seleksi, kita boleh menanyakan pada penerbit akan berapa lama kita harus menunggu. Penerbit yang baik tentunya akan memberikan jawaban yang pasti. Jika sudah begini, tentunya kita akan merasa lebih tenang karena sudah memiliki gambaran sampai berapa lama harus menunggu.</p>
<p>Setelah naskah kita sudah siap untuk diterbitkan, maka proses penerbitan pun dimulai. Hal yang pertama dilakukan adalah editing, editor akan mengedit naskah kita, memperbaiki bahasanya, dan seterusnya.</p>
<p>Selanjutnya desainer akan mendesain buku kita sebagus dan semenarik mungkin. Kemudian, ilustrator akan membuatkan cover yang bagus untuk naskah kita termasuk gambar-gambar dalam naskah jika diperlukan. Setelah semua proses selesai, maka naskah kita siap untuk dicetak.</p>
<p>Waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan proses pracetak, dalam keadaan normal, adalah sekitar 1 atau 2 bulan. Jika keadaan tidak normal karena terjadi masalah atau kendala waktu yang diperlukan bisa lebih lama lagi.</p>
<p>Kita sebagai penulis sangat dianjurkan untuk terlibat dalam proses penerbitan. Kita bisa memberikan masukan mengenai desain buku, cover, dan sebagainya yang berhubungan dengan buku kita. Tujuannya agar buku yang diterbitkan nantinya sesuai dengan keinginan kedua belah pihak.</p>
<p>Sebelum naskah kita dicetak ada proses yang dinamakan proof reading. Penerbit akan mencetak satu eksemplar buku kita (dengan printer biasa) kemudian kita dipersilakan untuk mengoreksi naskah kita, siapa tahu ada yang salah ketik, dsb. Jika yakin tidak ada yang salah kita serahkan naskah tersebut ke penerbit. Mereka akan mulai mencetaknya.</p>
<p>Waktu yang normal untuk proses pencetakan adalah sekitar tiga minggu. Setelah naskah kita selesai dicetak, maka siap didistribusikan dan dijual kepada umum.<br />
Bagian distribusi dan pemasaran jelas berbeda dengan bagian redaksi, misalnya. Bagian distribusi, intinya, adalah menyebar buku ke banyak tempat dan mendeteksi di mana sebuah buku mendapatkan konsumen terbesar.</p>
<p>Pemasaran berbeda dengan distribusi. Pemasaran biasanya dipadankan dengan<br />
marketing, sementara distribusi lebih ke penjualan. Marketing lebih ke penyusunan strategi dan biasanya bekerja sama dengan bagian promosi.</p>
<p>Kiat-kiat mempromosikan buku intinya adalah bagaimana memberitahukan ke<br />
pelanggan bahwa sebuah buku itu menarik untuk dibaca dan bermanfaat.<br />
<strong>G. Seputar Royalti</strong></p>
<p>Di dalam penerbitan buku honor yang kita terima dari penerbit biasa disebut royalti. Namun sebelum memutuskan sistem royalti yang akan diterima oleh penulis, penerbit akan menentukan terlebih dahulu harga jual buku tersebut. Bagaimana penerbit menentukan harga jual buku?</p>
<p>Harga buku biasanya ditentukan dua biaya-utama oleh biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel. Yang tetap meliputi, misalnya, biaya desain, setting, dan juga harga naskah (jika dibeli tanpa royalti).</p>
<p>Variable cost misalnya kertas.Dari seluruh biaya tersebut, kasarnya, kemudian dikalikan 4 atau 5. Itulah harga jual buku.</p>
<p>Nah, setelah penerbit menentukan harga jual buku, penerbit dan penulis akan mendiskusikan sistem royalti mana yang akan digunakan. Dilihat dari sistem pembayarannya ada dua jenis royalti yang biasa digunakan oleh penerbit:</p>
<p>1. Beli Putus</p>
<p>Pada sistem ini jika buku akan diterbitkan, penerbit akan membeli buku kita dan dibayar di muka. Misalnya, Rp6juta. Maka inilah harga dari buku kita. Selanjutnya kita tidak mendapat royalti apapun.</p>
<p>Sistem ini sangat baik digunakan jika kita mengirim naskah ke penerbit baru yang belum jelas reputasinya. Posisi kita akan sangat aman di sini karena tak perlu berurusan lama dengan penerbit.</p>
<p>Sebaliknya sistem beli putus juga memiliki kelemahan. Jika buku kita menjadi best seller, penerbit akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dari harga buku kita. Kita cukup rugi namun tak bisa protes apapun.</p>
<p>Sistem beli putus ini bisa berlaku seumur hidup dan bisa juga berlaku dalam jangka waktu tertentu. Misalnya buku dibeli Rp15 juta untuk jangka waktu tujuh tahun. Setelah masa tujuh tahun berakhir kita bisa menerbitkan kembali buku tersebut di penerbit lain.</p>
<p>Biasanya penerbit tidak bersedia menggunakan sistem ini untuk penulis pemula atau buku-buku yang tidak terlalu laku. Bagi mereka sistem ini memiliki risiko tinggi karena belum tentu laku di pasaran. Kalau penulisnya terkenal dan yakin bukunya akan laku di pasaran penerbit akan dengan senang hati menggunakan sistem beli putus.</p>
<p>2. Royalti Berkala<br />
Sistem lain yang biasa digunakan adalah sistem royalti berkala.</p>
<p>Sebagai contoh:<br />
Zlatan menerbitkan buku di penerbit CDE dan dicetak 3.000 eksemplar. Harga jual buku adalah Rp25000,00.</p>
<p>Kalau buku ini laku semua penerbit akan menerima uang penjualan sebesar 3000 X Rp25.000 = Rp75.000.000,00</p>
<p>Misalnya Zlatan mendapat royalti 10 persen dari total penjualan = Rp75.000.000,00 X 10% = Rp7.500.000,00<br />
(royalti yang diterima bervariasi sesuai kesepakatan penerbit dan penulis, dari 5 hingga 15 %. Untuk memudakan di sini digunakan 10 persen)</p>
<p>Royalti Zlatan tidak diterima sekaligus. Ketika pertama terbit ia mendapat royalti Rp750.000,00.<br />
(Angka di sini hanya contoh, biasanya penerbit mempunyai perhitungan tersendiri untuk uang muka royalti)</p>
<p>Penerbit CDE masih memiliki utang kepada Zlatan sebesar Rp6.750.000,00. Sisa ini akan dicicil secara berkala misalnya 5 bulan sekali.</p>
<p>Misalnya selama 5 bulan pertama buku Zlatan terjual 1.500 eksemplar.<br />
Maka royalti yang didapatkan:<br />
Rp25.000 X 1.500) X 10 % = Rp3.750.000,00</p>
<p>Biasanya penerbit membebankan pajak penghasilan kepada penulis. Jadi royalti masih dipotong pajak 15 persen.</p>
<p>Sistem royalti berkala ini mempunyai keunggulan jika buku kita menjadi best seller. Kita akan terus memperoleh royalti selama buku kita dibeli orang sampai kapan pun.</p>
<p>Kelemahannya, kita memperoleh royalti tidak sekaligus. Jika kita berhadapan dengan penerbit baru sistem ini kurang aman. Kita tidak tahu apakah mereka disiplin dalam membayar royalti, apakah jujur dalam melaporkan hasil penjualan, dsb.<br />
Dalam menentukan sistem royalti biasanya tergantung posisi tawar menawar antara penerbit dan penulis. Biasanya akan dirundingkan sehingga menguntungkan kedua belah pihak.</p>
<p><strong>H. Perjanjian Penerbitan Buku</strong></p>
<p>Karena hubungan antara hubungan antara penerbit dan penulis adalah mitra kerja, sudah sepatutnyalah diadakan perjanjian tertulis di antara kedua belah pihak. Perjanjian ini tentunya harus menguntungkan kedua belah pihak.</p>
<p>Surat perjanjian penerbitan buku meliputi banyak hal seperti hak cipta yang tetap ada pada penulis apa pun yang terjadi atau bagaimana pembagian royalti jika penulis lebih dari satu.</p>
<p>Sistem royalti juga bisa tertuang dalam perjanjian. Misalnya jika penerbit dan penulis memutuskan mitra/sharing sehingga pembiayaan produksi ditanggung kedua belah pihak. Sistem royalti yang digunakan apakah bagi hasil dan sebagainya bisa dicantumkan dalam perjanjian.</p>
<p>Hal lain yang bisa diatur dalam perjanjian misalnya jika penulis tidak puas dengan suatu penerbit dan ingin berganti penerbit. Mengenai prosedur dan lain sebaginya biasanya tertuang dalam perjanjian.</p>
<p><strong>I. Buku Terjemahan</strong></p>
<p>Saat ini selain buku asli keluaran Indonesia banyak sekali buku-buku asing yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Bahkan buku-buku terjemahan sangat diminati seperti Harry Potter misalnya.</p>
<p>Sebenarnya menerbitkan buku terjemahan merupakan kegiatan transfer ilmu. Dahulu pada zaman awal Islam para sarjana Muslim menerbitkan buku-buku dari Yunani, India, dan Persia.<br />
Pada umumnya buku terjemahan yang ada di Indonesia diterjemahkan dari bahasa Inggris (Amerika Serikat) dan bahasa Arab (Mesir).</p>
<p>Lantas dengan berkembangnya buku terjemahan di Indonesia apakah buku-buku asli Indonesia menjadi tersaingi? Memang ada buku terjemahan yang sangat laku seperti Da Vinci Code karya Dan Brown dan La Tahzan karya Aidh al-Qarni. Namun buku-buku asli Indonesia semisal Ayat-Ayat Cinta karya Habbiburrahman AL-Shirazy dan Terapi Shalat Tahajjud karya Mohammad Soleh juga masih mempunyai pasar. Jadi, laku-tidaknya tergantung apakah buku terjemahan atau buku asli Indonesia itu memenuhi selera orang Indonesia.</p>
<p>Kapan penerbit menerbitkan buku terjemahan? Buku terjemahan jelas lebih mudah diterbitkan dibandingkan buku asli Indonesia. Jadi penerbit yang mau cepat berkembang dan memperbanyak produksinya akhirnya menerbitkan buku terjemahan.</p>
<p>Untuk buku terjemahan pengurusan hak cipta dan pembayaran royalti biasanya melalui literary agent yang ditunjuk si penerbit. Untuk royalti penulis meski ada yang mengurus sendiri, kebanyakan diwakili penerbit. Biasanya dalam perjanjian ada penyebutan soal jika sebuah buku diterjemahkan ke dalam bahasa asing.</p>
<p>Bagaimana dengan honor penerjemah? Honor penerjemah dihitung per halaman.</p>
<p>Selain buku asing yang diterjemahkan ke Indonesia ada juga buku Indonesia yang diterjemahkan ke dalam bahasa asing dan kebanyakan karya sastra seperti karya alm Parmoedya Ananta Thoer. Jika bukunya diterjemahkan ke dalam karya asing penerbit akan memperoleh royalti yang dibagi dengan penulis buku tersebut.</p>
<p><strong>J. Hal Lain Seputar Penerbitan</strong></p>
<p>J Pada saat apa buku dikatakan tidak laku? Buku dikatakan tidak laku jika dalam setahun 3000 eksemplar tidak habis terjual. Biasanya penerbit memutuskan untuk menjualnya dengan diskon agar modalnya kembali dalam waktu cepat. Diskon biasanya dilakukan jika pergerakan buku lambat dan sudah melewati masa-masa emasnya.</p>
<p>Apakah kita harus izin jika ingin mengutip dari buku lain? Syarat kutipan ini diatur oleh tata cara penulisan karya ilmiah. Asal menunjukkan sumbernya biasanya tak perlu izin. Yang tidak dibolehkan apabila mengutip dan mengaku-aku miliknya.</p>
<p>J Bagaimana dengan izin jika ingin menerbitkan sendiri? Kita tidak perlu izin, hanya menyerahkan ke Departemen Kehakiman, Kejaksaaan atau Penerangan satu kopi begitu karya itu jadi. Kita tidak perlu menjadi anggota IKAPI untuk menerbitkan buku.</p>
<p>Biasanya saat ini ada katalog yang disebut ISSN dan ISBN. ISSN digunakan untuk katalog jurnal dan ISBN untuk buku.</p>
<p>Bagaimana dengan buku referensi asing? Buku referensi asing harus izin karena ada hak cipta. Boleh tidaknya tergantung pada besaran royalti yang dibayar. Syarat lain yaitu tidak boleh menyinggung soal SARA.</p>
<p>Akhir-akhir ini ada tren yang dikenal dengan penerbitan elektronik (e-Book) Namun agaknya di Indonesia ini belum terlalu memasyarakat. Mungkin lima atau sepuluh lagi e-Book ini akan lebih dikenal.</p>
<p>Mungkin sekian dulu artikel dari saya, semoga bermanfaat. Saran saya, jangan pernah berputus asa untuk menerbitkan buku Anda. Penulis terkenal seperti JK Rowling untuk fiksi atau Rhenald Kasali dan Jalaluddin Rahmat untuk nonfiksi juga pernah mereka kegagaln. Namun mereka tak kenal menyerah sehingga menghasilkan buku yang bermanfaat jika dibaca.<br />
Jika Anda masih memiliki pertanyaan jangan sungkan untuk bertanya pada kami.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mabadik.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mabadik.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mabadik.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mabadik.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mabadik.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mabadik.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mabadik.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mabadik.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mabadik.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mabadik.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mabadik.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mabadik.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mabadik.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mabadik.wordpress.com/427/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=427&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mabadik.wordpress.com/2011/03/02/cara-menerbitkan-buku-di-penerbit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1975050cc77ed4231d5f0840bad407b1?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mabadik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diri Sendiri? Why Not</title>
		<link>http://mabadik.wordpress.com/2011/02/27/diri-sendiri-why-not/</link>
		<comments>http://mabadik.wordpress.com/2011/02/27/diri-sendiri-why-not/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 10:21:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mabadik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[be yourself]]></category>
		<category><![CDATA[diri sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi diri sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi diri sendiri dalam al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[percaya diri]]></category>
		<category><![CDATA[your self]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mabadik.wordpress.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Kita ini diciptakan dengan sangat mengesankan dan menakjubkan. Setelah ibu dan ayah bertemu dan melakukan pembuahan, hanya ada satu kemungkinan dari 300.000.000.000 yang lahir. Dan, itulah Anda. Dengan kata lain bila Anda mempunyai saudara kandung sebanyak 300.000.000.000, maka tak seorang pun yang sama persis dengan Anda. Amran melanjutkan, “Anda adalah diri sendiri di dunia ini.&#8221;&#160;&#8230; <a href="http://mabadik.wordpress.com/2011/02/27/diri-sendiri-why-not/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=424&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita ini diciptakan dengan sangat mengesankan dan menakjubkan. Setelah ibu dan ayah bertemu dan melakukan pembuahan, hanya ada satu kemungkinan dari 300.000.000.000 yang lahir. Dan, itulah Anda. Dengan kata lain bila Anda mempunyai saudara kandung sebanyak 300.000.000.000, maka tak seorang pun yang sama persis dengan Anda. Amran melanjutkan, “Anda adalah diri sendiri di dunia ini.&#8221;</p>
<p>Sementara Dale Carnegie mengatakan, &#8220;Anda adalah sesuatu yang baru di dunia ini. Tak pernah terjadi sebelumnya, sejak dunia ini diciptakan, seseorang yang benar-benar sama dan sempurna dengan Anda, dan sampai dunia akhirnya nanti berhenti, tak akan lahir lagi seseorang yang sama dengan Anda.”</p>
<p>Dalam Islam, konsep ‘kesendirian’ merupakan acuan utama dari perintah untuk beramal. Artinya, manusia harus memperbanyak amalnya karena kelak ia akan dihisab secara sendiri-sendiri. Orang lain tidak bisa memberi manfaat, hanya amalnya yang menentukan. Memang, kita perlu bekerja sama dengan orang lain, tapi itu hanya alat bantu saja dan bukan alat untuk melimpahkan dosa atau mengurangi tanggung jawab pribadi.</p>
<p>Itu pula isyarat nyata dari Allah, bahwa syetan sekalipun yang hobinya menjerumuskan manusia, kelak tak akan mau bertanggung jawab. “Seperti (bujukan) syetan ketika dia berkata kepada manusia, “Kafirlah kamu,” Maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya kau takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.”(QS. Al-Hasyr: 16). Lalu bagaimana akibatnya, “Maka adalah kesudahannya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.” (Qs. Al-Hasyr: 17). </p>
<p>Semangat menjadi diri sendiri bukan berarti menafikkan keteladanan. Tapi meneladani orang lain tak berarti Anda memindahkan kepribadian orang lain tersebut pada cetakan kepribadian Anda. Sesungguhnya apabila seseorang keluar dari pembawaan wataknya, dan memisahkan dirinya dari tabiat akal dan jiwanya yang tidak ada penyimpangan di dalamnya, merupakan suatu perkara yang akan merusak kehidupan orang tersebut dan menimbulkan goncangan-goncangan dalam tingkah lakunya. Anda mungkin sudah mendengar tentang kisah seekor gagak yang tertarik untuk berjalan di atas tanah, akibatnya ia tidak dapat melangkah sebagaimana yang ia inginkan, dan tidak dapat terbang sebagaimana ia diciptakan.</p>
<p>Sesungguhnya sangat sulit sekali bagi manusia walau bagaimana pun ia berusaha, untuk menjadi yang lain dari dirinya. Dale Carnegie mengisahkan, “Saya bertanya kepada direktur Socony Vacuum Oil Company tentang kesalahan paling besar yang dilakukan oleh orang-orang yang melamar pekerjaan.&#8221; Ia menjawab, “Kesalahan yang paling besar dari pelamar pekerjaan adalah mereka tidak mau menjadi diri mereka sendiri. Bukannya mereka mengemukakan ide-ide mereka dengan jujur, tetapi kadangkala malahan mencoba memberikan jawaban yang menurut perkiraan mereka kita inginkan. Tentu saja mereka gagal, karena tak seorang pun yang ingin mempunyai karyawan yang tidak jujur dan palsu.&#8221; </p>
<p>Menjadi diri sendiri artinya kita mengoptimalkan segala potensi diri yang dikaruniakan Allah kepada kita. Bahkan dalam potensi-potensi itu ada berbagai tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah SWT berfirman, ”Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (Qs. Fushilat: 53).</p>
<p>William James, seorang ahli juga, pernah mengatakan bahwa, “Seandainya kita mengukur diri kita dengan apa yang seharusnya kita berkembang menurut pembawaan kita, maka akan jelaslah bagi kita bahwa kita ini hanya setengah sadar. Atau dengan kata lain, kita hanya menggunakan sebagian kecil dari sumber-sumber kemampuan fisik dan mental kita. Sebenarnya banyak kekuatan lain yang bermacam-macam yang kita miliki, namun kita tak menyadarinya. Masih banyak bermacam-macam kemampuan yang gagal kita manfaatkan.&#8221; </p>
<p>Dalam tradisi interaksi antara Rasulullah dengan para sahabat, sering kita dapati Rasulullah sengaja memancing kemandirian para sahabat untuk mengemukakan pendapat. Tentunya hanya untuk hal-hal yang belum turun wahyu. Seperti yang terjadi tatkala beliau bermusyawarah dengan para sahabat tentang tawanan perang Badr, maka para sahabat mengemukakan pendapatnya masing-masing sesuai dengan apa yang dianggap benar.</p>
<p>Abu Bakar misalnya, mengemukakan agar tawanan itu diampuni, Rasulullah SAW. Abu Bakar beliau samakan dengan Nabi Ibrahim AS, yang berkata mengenai kaumnya, “Maka barang siapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Ibrahim:36) </p>
<p>Sementara Umar, beliau serupakan dengan Nabi Nuh AS, yang telah berkata mengenai kaum-nya, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.” (Qs. Nuh: 26-27).</p>
<p>Sangat tampak dalam kisah di atas bahwa kedua sahabat tersebut masing-masing mengemukakan pendapat yang mereka anggap benar, sebagaimana ditunjukan oleh pikirannya yang bebas dan perbedaannya yang khusus dalam memecahkan masalah. Itulah kemandirian. Kemandirian itu bahkan bermuara kepada fitrah manusia yang bersih. Yang tidak mau menjilat-jilat dan mendustai nuraninya sendiri. “(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu…” (Qs. Ar-Ruum: 30) </p>
<p>Yakinlah bahwa iri hati adalah kebodohan. Dan, kepalsuan itu adalah bunuh diri. Mestinya orang rela dan bersyukur atas apa yang dimilikinya sebagaimana Allah telah menentukan baginya. Di atas hamparan dunia yang luas dan begitu subur ini, tak akan ada biji jagung yang tumbuh baik tanpa ditanam dan dipelihara dengan baik pula. Kekuatan yang ada pada seseorang adalah sesuatu yang baru, alamiah dan tak seorang lain pun yang tahu apa yang dapat dilakukannya. Dan, si empunya tak akan menyadari sebelum ia mencobanya.</p>
<p>Semua potensi itu bisa diasah, dengan berbagai macam cara yang terus berkembang, dari model pelatihan hingga disiplin ilmu yang sudah permanen, dari berguru hingga belajar sendiri. Maka, tunggu apalagi. Segera kenali diri, gali potensi, dan jadilah diri kita sendiri yang jujur dan berani bertanggung jawab. Wallahu’alam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mabadik.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mabadik.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mabadik.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mabadik.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mabadik.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mabadik.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mabadik.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mabadik.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mabadik.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mabadik.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mabadik.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mabadik.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mabadik.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mabadik.wordpress.com/424/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=424&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mabadik.wordpress.com/2011/02/27/diri-sendiri-why-not/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1975050cc77ed4231d5f0840bad407b1?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mabadik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INNER BEAUTY bagi wanita masa kini</title>
		<link>http://mabadik.wordpress.com/2011/01/23/inner-beauty-bagi-wanita-masa-kini/</link>
		<comments>http://mabadik.wordpress.com/2011/01/23/inner-beauty-bagi-wanita-masa-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Jan 2011 06:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mabadik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[beauty]]></category>
		<category><![CDATA[cantik dari dalam]]></category>
		<category><![CDATA[inner beauty]]></category>
		<category><![CDATA[percaya diri]]></category>
		<category><![CDATA[senyum]]></category>
		<category><![CDATA[senyum itu indah]]></category>
		<category><![CDATA[tips. tips cantik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mabadik.wordpress.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[By. Siti Maimunah Berikut ini adalah mengenai tips memancarkan inner beauty atau memancarkan kecantikan yang ada dalam diri anda yaitu : • Senyum Senyum dengan tulus merupakan ibadah. Rasulullah saw. bersabda, فقال: (وتبسمك في وجه أخيك صدقة) رواه الترمذي وصححه ابن حبان. “Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya. “Wajah merupakan cermin&#160;&#8230; <a href="http://mabadik.wordpress.com/2011/01/23/inner-beauty-bagi-wanita-masa-kini/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=421&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By. Siti Maimunah</p>
<p>Berikut ini adalah mengenai tips memancarkan inner beauty atau memancarkan kecantikan yang ada dalam diri anda yaitu :<br />
•	Senyum<br />
Senyum dengan tulus merupakan ibadah. Rasulullah saw.  bersabda,<br />
فقال: (وتبسمك في وجه أخيك صدقة) رواه الترمذي وصححه ابن حبان.<br />
“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya.<br />
“Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan hati seseorang. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang dan lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.”<span id="more-421"></span></p>
<p>“Ingatlah, bahwa senyum tidak membutuhkan biaya sedikitpun, bahkan membawa dampak yang luar biasa. Tidak akan menjadi miskin orang yang memberinya, justeru akan menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele-tele, namun membekas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang tidak membutuhkannya.”<br />
•	Bersyukur<br />
Banyak bersyukur untuk lebih mendekatkan diri dan berterima kasih kepada Tuhan atas segala karunia dan anugerah yang telah diberikan kepada kita. Dengan bersyukur maka kecantikan dari dalam seseorang akan semakin bersinar.<br />
Ada bebeapa berntuk bersyukur.<br />
Pertama, bersyukur dengan hati yakni ungkapan kepuasan dalam batin atas anugerah yang diperoleh.<br />
Kedua, bersyukur dengan ucapan yakni mengakui angerah dan memuji pemberinya.<br />
Ketiga, bersyukur dengan perbuatan yakni bekerja memelihara, memanfaatkan dan mengembangkan angerah yang diperoleh sesuai tujuan pemberian anugerah tersebut.<br />
Apabila seseorang tidak pandai bersyukur, setidaknya ada empat penyakit yang akan menghinggapi orang tersebut, yakni:<br />
1) Sombong dan angkuh.<br />
2) Ananiah. Yakni hanya mementingkan diri sendiri sehingga dia tidak mau menganjurkan untuk memberi makan kepada fakir miskin.<br />
3) Serakah, tamak, loba dan egois yang berlebihan.<br />
4) Cinta harta yang berlebihan. Orang-orang yang cinta harta ini biasanya akan lalai dengan tugas dan tanggung jawabnya apalagi untuk menunaikan perintah Allah SWT.</p>
<p>•	Percaya diri<br />
yakinkanlah bahwa diri anda mampu untuk melakukan segala hal yang belum anda lakukan, orang lain pun bisa melakukannya, kenapa anda enggak? Biasakan untuk mencoba hal-hal positif, atur diri anda untuk tidak menyerah sebelum melakukan perbuatan.<br />
•	Cerdas dan Memperluas wawasan<br />
Luangkan sedikit waktu ditengah kesibukan anda untuk memperluas wawasan. Banyak hal yang bisa dikerjakan misalnya dengan membaca buku, apalagi di zaman sekarang ini, informasi dapat di ketahui dengan mudah melalui internet, handphone, Koran, dan sebagainya. Bahkan beragam kitab dapat dilihat hanya dengan melihat computer. Selain itu berdiskusilah dengan teman atau orang lain yang ada disekeliling anda. Mungkin orang lain banyak mengetahui segala hal tentang apa-apa yang tidak kita ketahui. Jangan pernah memandang orang lain dengan sebelah mata dengan kata lain merendahkan seseorang, karena setiap orang mempunyai kelebihan antara yang satu dengan yang lain.<br />
•	Fokus kepada pekerjaan dan tanggung jawab.<br />
Jika anda sedang melakukan pekerjaan maka fokuskanlah pikiran anda pada pekerjaan tersebut. Jangan ngelamun, dan selesaikan pekerjaan tersebut tepat waktu. Untuk belajar fokus aturlah diri anda bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan akan dipertanggungjawabkan kepada orang lain, diri sendiri, bahkan kepada Allah SWT.<br />
•	Bijaksana menanggapi keadaan dan Kendalikan emosi.<br />
Dalam kehidupan sehari-hari yang kita lewati tidak selamanya berjalan dengan mulus. Terkadang banyak hal yang membuat kita kesal atau marah yang disebabkan oleh seseorang. Bersabarlah, kendalikan emosi semua kemarahan adalah datang dari setan, maka jauhilah setan karena dia adalah musuh bagi orang-orang yang beriman. Berusahalah untuk tidak menyakiti orang lain, mulai belajar mendengarkan dan memahami orang lain.<br />
•	Luangkan waktu untuk orang lain.<br />
Mulai belajar mendengarkan dan memahami orang lain serta memupuk kesabaran. Jangan beranggapan bahwa kita hidup seorang diri.<br />
•	Bersih Merawat diri dengan baik.<br />
Jauhi kesan jorok, berusahalah untuk tetap segar sepanjang hari. Rawat diri dengan baik, hindari bau badan dan bau mulut, mandi secara teratur, minimal dua kali sehari. Untukmenjaga tubuh tetap fit dan fresh jangan malas untuk berolah raga secara teratur.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mabadik.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mabadik.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mabadik.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mabadik.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mabadik.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mabadik.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mabadik.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mabadik.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mabadik.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mabadik.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mabadik.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mabadik.wordpress.com/421/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mabadik.wordpress.com/421/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mabadik.wordpress.com/421/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=421&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mabadik.wordpress.com/2011/01/23/inner-beauty-bagi-wanita-masa-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1975050cc77ed4231d5f0840bad407b1?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mabadik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara jitu meningkatkan percaya diri (PeDe)</title>
		<link>http://mabadik.wordpress.com/2010/10/01/cara-jitu-meningkatkan-percaya-diri-pede/</link>
		<comments>http://mabadik.wordpress.com/2010/10/01/cara-jitu-meningkatkan-percaya-diri-pede/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Oct 2010 13:34:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mabadik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keorganisasian]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cara jitu]]></category>
		<category><![CDATA[pd]]></category>
		<category><![CDATA[pede]]></category>
		<category><![CDATA[percaya diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mabadik.wordpress.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Dari data penelitian, ditemukan banyak faktor yang menjadikan kendala seseorang enggan untuk menjadi penyeru kebaikan. Antara lain, kurang percaya diri, kemudian disusul tidak adanya skill. Kalau kita runut, keduanya mempunyai korelasi yang sangat erat. Sebenarnya akar masalah orang yang tidak percaya diri terletak pada skill (keterampilan). Dan, skill utama bagi seorang penyeru kebaikan terletak pada&#160;&#8230; <a href="http://mabadik.wordpress.com/2010/10/01/cara-jitu-meningkatkan-percaya-diri-pede/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=416&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari data penelitian, ditemukan banyak faktor yang menjadikan kendala seseorang enggan untuk menjadi penyeru kebaikan. Antara lain, kurang percaya diri, kemudian disusul tidak adanya skill. Kalau kita runut, keduanya mempunyai korelasi yang sangat erat. Sebenarnya akar masalah orang yang tidak percaya diri terletak pada skill (keterampilan). Dan, skill utama bagi seorang penyeru kebaikan terletak pada kemampuan penguasaan materi, pemahaman terhadap nilai-nilai yang disampaikan, serta penguasaan skill penyampaian.</p>
<p>Untuk menumbuhkan ketiga hal tersebut perlu sebuah usaha pembiasaan. Dan untuk menjadikan hal itu sebagai sebuah kebiasaan dalam diri seseorang secara permanen, maka perlu ditanamkan beberapa faktor: Pertama, paham. Tanpa pemahaman yang utuh, orang tidak akan dapat bekerja dengan ikhlas, lemah produktiftas, dan tidak akan tahan lama. Kedua, memiliki skill. Orang yang tidak memilki skill biasanya akan bekerja dengan cemas dan minder. Ketiga, kemauan. Dengan kemauan, kita dapat beramal secara konsisten dalam rentang waktu yang lebih lama.</p>
<p>Ada beberapa kiat praktis untuk meningkatkan rasa percaya diri. Utamanya meliputi aspek kemauan, pemahaman serta keterampilan. Untuk memenuhi aspek kemauan, Anda perlu melakukan berbagai usaha. Antara lain:</p>
<p>1. Bekerjalah dengan Ikhlas. Yakinkan bahwa seluruh amalan baik akan mendapatkan pahala walau tidak enak untuk dikerjakan.</p>
<p>2. Kerjakan setiap aktifitas dengan penuh tanggung jawab, memiliki landasan nilai (vaIue) dan prinsip-prinsip yang kuat.</p>
<p>3. Milikilah kebiasaan menerima. Ini akan meningkatkan rasa memiliki.</p>
<p>4. Tingkatkan rasa tanggung jawab pribadi. Dengan itu, rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan problem umat akan tumbuh.</p>
<p>5. Miliki kebiasaan mempertahankan hak. Dengan cara mendorong sikap percaya diri untuk membela hak-hak kita yang hilang.</p>
<p>6. Milikilah kebiasaan hidup dengan tujuan. Tanpa tujuan yang kuat tak akan ada target dan kurang termotivasi untuk melakukan aktifitas yang baik sekalipun.</p>
<p>7. Memiliki integritas diri. Kekuatan utama bagi penyeru kebaikan terletak pada kekuatan integritas, yaitu kesatuan antara ucapan, statement tertulis dan tindakan kita.</p>
<p>Sedangkan untuk aspek pemahaman dan keterampilan, barangkali beberapa langkah berikut bisa Anda usahakan:</p>
<p>1. Milikilah catatan/referensi materi dan agenda yang rapi.</p>
<p>2. Siapkan materi yang akan disampaikan. Naik panggung tanpa persiapan, maka turun panggung penuh dengan kehinaan.</p>
<p>3. Bacalah buku-buku referensi, ini sangat membantu meningkatkan pemahaman.</p>
<p>4. Milikilah hafalan yang baik. Orang berbicara mengandalkan apa yang diingat.</p>
<p>5. Ambillah selalu kesempatan untuk tampil dimuka umum kapan saja. Sebagai latihan melancarkan kemampuan bicara dan kontrol diri.</p>
<p>6. Ikutilah beberapa pelatihan, semisal pelatihan Training for Trainer, atau sejenis pelatihan untuk pelatih dan fasilitator yang membekali skill mengajar.</p>
<p>Dengan kecakapan dalam bidang pemahaman dan keterampilan, ditambah kemauan yang keras, insya Allah usaha perbaikan, mengajak manusia ke jalan yang diridhai Allah akan punya hasil dan rentang usia yang panjang.</p>
<p>Sumber : http://beranda.blogsome.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mabadik.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mabadik.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mabadik.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mabadik.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mabadik.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mabadik.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mabadik.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mabadik.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mabadik.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mabadik.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mabadik.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mabadik.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mabadik.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mabadik.wordpress.com/416/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=416&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mabadik.wordpress.com/2010/10/01/cara-jitu-meningkatkan-percaya-diri-pede/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1975050cc77ed4231d5f0840bad407b1?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mabadik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepemimpinan dan Karir</title>
		<link>http://mabadik.wordpress.com/2010/08/20/kepemimpinan-dan-karir-2/</link>
		<comments>http://mabadik.wordpress.com/2010/08/20/kepemimpinan-dan-karir-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 21:06:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mabadik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keorganisasian]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[leadhership]]></category>
		<category><![CDATA[loyalitas]]></category>
		<category><![CDATA[visi misi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mabadik.wordpress.com/?p=413</guid>
		<description><![CDATA[Summary:airsyad Konsep kepemimpinan pada dasarnya mempunyai arti yang bersifat multi dimensi dan bersifat fleksibel sesuai dengan perkembangan di masyarakat. Ada dua bentuk kepemimpinan, yaitu kepemipinan formal dan kepemimpinan informal. Kepemimpinan formal, biasanya berkaitan erat dengan jabatan-jabatan formal yang disandang oleh seseorang karena posisinya di birokrasi pemerintahan maupun kenegaraan. Sedangkan kepemimpinan informal lebih mengarah pada kepemipinan&#160;&#8230; <a href="http://mabadik.wordpress.com/2010/08/20/kepemimpinan-dan-karir-2/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=413&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div dir="ltr">
<p><span style="font-size:x-large;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><strong>Summary:</strong><a title="airsyad" href="http://id.shvoong.com/writers/airsyad/" target="_blank">airsyad</a><br />
Konsep kepemimpinan pada dasarnya mempunyai arti yang bersifat multi dimensi dan bersifat fleksibel sesuai dengan perkembangan di masyarakat. Ada dua bentuk kepemimpinan, yaitu kepemipinan formal dan kepemimpinan informal. Kepemimpinan formal, biasanya berkaitan erat dengan jabatan-jabatan formal yang disandang oleh seseorang karena posisinya di birokrasi pemerintahan maupun kenegaraan. Sedangkan kepemimpinan informal lebih mengarah pada kepemipinan yang diakui oleh kominitas masyarakat tertentu dan bersifat tidak tertulis. Pemimpinan informal sering juga disebut sebagai pemimpin tradional, baik karena faktor kesukuan, agama maupun faktor sosial budaya.</p>
<p>Kepemimpinan sendiri tidak dapat dilepaskan dari gaya memimpin (leadership style) seseorang. Secara teori ada 4 jenis gaya kepeimpinan, yaitu : gaya kepemimpinan Autokratik, gaya kepemimpinan Partispatif, gaya kepemimpinan Bebas Kendali dan gaya kepemimpinan Kontingensi. Dari keempat jenis ini, yang perlu di adosi dan diterapkan dalam menunjang kesuksesan dalam berkarir adalah gaya kepemimpinan Kontingensi.</p>
<p>Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekitar, merupakan faktor lain yang tidak dapat diabaikan dalam kerangka menunjang karir kita. Dalam konteks ini, kemampuan adapatasi mengarah pada kehidupan sosil kemasyarakatan yang harus mendapat perhatian tersendiri, sehingga dapat menunjang kesuksesan perjalanan kariri seseorang.</p>
<p>Terlibat aktif sekecil apapun dalam kehidupan sosial kemasyarakatn di lingkungan kita, merupakan seatu hal yang sangat penting dan direkomendasikan untuk dilaksanakan. Hal ini di dasarkan pada suatu asmsi bahwa, kehidupan sosial kemasyarakatan merupakan bagian dari perjalanan kariri kita. Kita tidak dapat, mengabaikan begitu saja, berbagai faktor yang melingkupi kehidupan kita. Bahkan seharusnya, faktor-faktor itu harus</p>
<p>diarahkan untuk menunjang kesuksesan karir kita. Oleh sebab itu, jiwa kepemimpinan yang ditompang dengan aktifitas sosial kemasyarakatan merupakan sebuah pilihan cerdas dalam menunjang kemajuan karir seseorang. Kita tidak bisa hanya mengandalkan IQ dan EQ maupun SQ saja, tetapi menyatukan ketiga faktor tadi yang dibalut dengan kehidupan</p>
<p>sosial kemasyarakatan yang memadai adalah kunci sukses untuk meraih kesuksesan dalam karir.</p>
<p><a href="http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/2039105-kepemimpinan-untuk-menunjang-keberhasilan-karir/" target="_blank">Kepemimpinan Untuk Menunjang Keberhasilan Karir</a> Originally published in Shvoong: <a href="http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/2039105-kepemimpinan-untuk-menunjang-keberhasilan-karir/" target="_blank">http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/2039105-kepemimpinan-untuk-menunjang-keberhasilan-karir/</a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mabadik.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mabadik.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mabadik.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mabadik.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mabadik.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mabadik.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mabadik.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mabadik.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mabadik.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mabadik.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mabadik.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mabadik.wordpress.com/413/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mabadik.wordpress.com/413/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mabadik.wordpress.com/413/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=413&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mabadik.wordpress.com/2010/08/20/kepemimpinan-dan-karir-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1975050cc77ed4231d5f0840bad407b1?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mabadik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resep Sahur Sehat di bulan Romadlon</title>
		<link>http://mabadik.wordpress.com/2010/08/20/resep-sahur-sehat-di-bulan-romadlon/</link>
		<comments>http://mabadik.wordpress.com/2010/08/20/resep-sahur-sehat-di-bulan-romadlon/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 21:02:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mabadik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Food]]></category>
		<category><![CDATA[food]]></category>
		<category><![CDATA[menu]]></category>
		<category><![CDATA[recipe]]></category>
		<category><![CDATA[resep]]></category>
		<category><![CDATA[romadlun]]></category>
		<category><![CDATA[sahur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mabadik.wordpress.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Summary:airsyad Pada puasa bulan suci Romadlon, pola makan yang sehat sangat diperlukan agar puasa bisa lancar dan tidak ada halangan apapun, misalnya lemas atau sakit. Oleh karena itu, menu sahur yang sehat memang perlu diperhatikan. Diantara menu-menu yang sudah ada, disini kami berikan resep sahur sehat dan bisa dicoba: 2,5 sendok besar oats 2 telur&#160;&#8230; <a href="http://mabadik.wordpress.com/2010/08/20/resep-sahur-sehat-di-bulan-romadlon/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=411&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div dir="ltr">
<p><span style="font-size:x-large;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><strong>Summary:</strong><a title="airsyad" href="http://id.shvoong.com/writers/airsyad/" target="_blank">airsyad</a></p>
<ul>Pada puasa bulan suci Romadlon, pola makan yang sehat sangat diperlukan agar puasa bisa lancar dan tidak ada halangan apapun, misalnya lemas atau sakit. Oleh karena itu, menu sahur yang sehat memang perlu diperhatikan. Diantara menu-menu yang sudah ada, disini kami berikan resep sahur sehat dan bisa dicoba:</p>
<li>2,5 sendok besar oats</li>
<li>2 telur rebus</li>
<li>1 gelas teh hangat yang tidak terlalu manis</li>
<li>air putih secukupnya.</li>
</ul>
<p>Semoga tips sahur puasa ini bisa bermanfaat, puasa menjadi lancar dan mendapat barokah-NYA.. Amin.</p>
<p><a href="http://id.shvoong.com/how-to/health/2039642-resep-sahur-sehat-di-bulan/" target="_blank">Resep Sahur Sehat di bulan Romadlon</a> Originally published in Shvoong: <a href="http://id.shvoong.com/how-to/health/2039642-resep-sahur-sehat-di-bulan/" target="_blank">http://id.shvoong.com/how-to/health/2039642-resep-sahur-sehat-di-bulan/</a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mabadik.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mabadik.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mabadik.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mabadik.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mabadik.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mabadik.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mabadik.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mabadik.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mabadik.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mabadik.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mabadik.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mabadik.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mabadik.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mabadik.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=411&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mabadik.wordpress.com/2010/08/20/resep-sahur-sehat-di-bulan-romadlon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1975050cc77ed4231d5f0840bad407b1?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mabadik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abangan, Santri, Priyayi dalam masyarakat Jawa</title>
		<link>http://mabadik.wordpress.com/2010/08/19/abangan-santri-priyayi-dalam-masyarakat-jawa/</link>
		<comments>http://mabadik.wordpress.com/2010/08/19/abangan-santri-priyayi-dalam-masyarakat-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 18:15:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mabadik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book Review]]></category>
		<category><![CDATA[Abangan]]></category>
		<category><![CDATA[Antropologi]]></category>
		<category><![CDATA[Cliffort Geertz]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Priyayi]]></category>
		<category><![CDATA[riset]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Sosiologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mabadik.wordpress.com/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Summary:airsyad Buku Abangan, Santri, Priyayi dalam masyarakat Jawa ini merupakan terjemahan dari teh Religion of Java, sebagai karya tulis yang berdasarkan pengkajian dan pemikiran, buku ini merupakan hasil studi komprehensif mengenai suatu kehidupan keagamaan orang Jawa. berbagai aliran dan perbedaan, begitu pula harmoni dan kesamaannya, tercakup dalam studi yang luas ini. maka tidak heran apabila&#160;&#8230; <a href="http://mabadik.wordpress.com/2010/08/19/abangan-santri-priyayi-dalam-masyarakat-jawa/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=407&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div dir="ltr">
<p><span style="font-size:x-large;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><strong>Summary:</strong><a title="airsyad" href="http://id.shvoong.com/writers/airsyad/" target="_blank">airsyad</a></p>
<p>Buku Abangan, Santri, Priyayi dalam masyarakat Jawa ini merupakan terjemahan dari teh Religion of Java, sebagai karya tulis yang berdasarkan pengkajian dan pemikiran, buku ini merupakan hasil studi komprehensif mengenai suatu kehidupan keagamaan orang Jawa. berbagai aliran dan perbedaan, begitu pula harmoni dan kesamaannya, tercakup dalam studi yang luas ini. maka tidak heran apabila buku ini merupakan pintu gerbang penelitian antropologi di Jawa yang harus di baca terlebih dahulu apabila ingin memperdalam tentang Jawa dan Islam.</p>
<p>Pengarangnya memilih masyarakat kota kecil Mojokuto, Pare Kediri Jawa Timur sebagai tempat researcnya. Namun untuk kelengkapannya penusil juga mengupas tiga golongan yang memiliki sub tradisi masing-masing; <em>abangan, santri dan priyayi.</em></p>
<p>Banyak pro kontra yang dalam menanggapi buku ini, khususnya ketika membahas tentang abangan, santri dan priyayi, tetapi para peneliti sepakat bahwa Cliffort Geertz telah berjasa besar dalam mengurai dan menganalisis antropologi di Jawa.</p>
<p><a href="http://id.shvoong.com/books/dictionary/2037674-abangan-santri-priyayi-dalam-masyarakat/" target="_blank">Abangan, Santri, Priyayi dalam masyarakat Jawa</a> Originally published in Shvoong: <a href="http://id.shvoong.com/books/dictionary/2037674-abangan-santri-priyayi-dalam-masyarakat/" target="_blank">http://id.shvoong.com/books/dictionary/2037674-abangan-santri-priyayi-dalam-masyarakat/</a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mabadik.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mabadik.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mabadik.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mabadik.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mabadik.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mabadik.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mabadik.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mabadik.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mabadik.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mabadik.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mabadik.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mabadik.wordpress.com/407/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mabadik.wordpress.com/407/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mabadik.wordpress.com/407/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=407&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mabadik.wordpress.com/2010/08/19/abangan-santri-priyayi-dalam-masyarakat-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1975050cc77ed4231d5f0840bad407b1?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mabadik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Pengusaha ala &#8220;Nabi Nuh&#8221;</title>
		<link>http://mabadik.wordpress.com/2010/08/19/menjadi-pengusaha-ala-nabi-nuh/</link>
		<comments>http://mabadik.wordpress.com/2010/08/19/menjadi-pengusaha-ala-nabi-nuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 18:13:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mabadik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[misi]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Selling]]></category>
		<category><![CDATA[visi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mabadik.wordpress.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[Summary:airsyad “Jika kamu ingin menjadi seorang investor atau pemilik bisnis yang kaya, kamu perlu memahami kisah nabi Nuh…Sadarkah kalian seberapa besar imam yang nabi Nuh butuhkan untuk mendatangi keluarganya dan berkata ‘Tuhan mengatakan kepadaku bahwa banjir maha dahsyat akan terjadi, maka kita perlu membangun sebuah kapal’” Kita semua tahu dan faham tentang kisah nabi Nuh,&#160;&#8230; <a href="http://mabadik.wordpress.com/2010/08/19/menjadi-pengusaha-ala-nabi-nuh/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=404&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div dir="ltr">
<p><span style="font-size:x-large;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><strong>Summary:</strong><a title="airsyad" href="http://id.shvoong.com/writers/airsyad/" target="_blank">airsyad</a></p>
<p><em>“Jika kamu ingin menjadi seorang investor atau pemilik bisnis yang kaya, kamu perlu memahami kisah nabi Nuh…Sadarkah kalian seberapa besar imam yang nabi Nuh butuhkan untuk mendatangi keluarganya dan berkata ‘Tuhan mengatakan kepadaku bahwa banjir maha dahsyat akan terjadi, maka kita perlu membangun sebuah kapal’”</p>
<p></em>Kita semua tahu dan faham tentang kisah nabi Nuh, namun coba dibayangkan bahwa membangun kapal ditengah padang pasir yang sangat sulit mendapatkan air, akan sangat sulit mengumpulkan modal untuk membangun perusahaan galangan kapal ditengah-tengah padang pasir. Bukankah membangun spa dan lapangan golf akan jauh masuk akal daripada membangun kapal?</p>
<p>Pertanyaannya..kenapa nabi Nuh tetap bersikokoh untuk membuat kapal?</p>
<p>Analogi di atas mungkin tidak jauh berbeda dalam penjualan. Dalam penjualan tidak cukup hanya mengandalkan dari skill komunikasi dan pinter merayu, tetapi mempunyai marketing harus mempunyai visi…<strong>tetapi lebih dari sekedar visi. </strong></p>
<p>Ia mempunyai kepercayaan dan keberanian untuk mengambil tindakan dalam mewujudkan visi itu. Banyak orang membunyai visi, tetapi tidak setiap orang mempunyai kepercayaan dan keberanian yang tetap tegar seperti Nabi Nuh dalam mewujudkan visinya.</p>
<p>Lalu bagaimana jawaban bagi kita? Apakah kita sudah mempunyai visi tentang penjualan suatu produk?? atau hanya sekedar selling??,</p>
<p>Kalau punya, adakah keyakinan dan keberanian bersemayam pada diri kita untuk mewujudkan visi itu?</p>
<p><a href="http://id.shvoong.com/business-management/marketing/2038544-penjualan-ala-nabi-nuh/" target="_blank">Penjualan ala &#8220;Nabi Nuh&#8221;</a> Originally published in Shvoong: <a href="http://id.shvoong.com/business-management/marketing/2038544-penjualan-ala-nabi-nuh/" target="_blank">http://id.shvoong.com/business-management/marketing/2038544-penjualan-ala-nabi-nuh/</a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mabadik.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mabadik.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mabadik.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mabadik.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mabadik.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mabadik.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mabadik.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mabadik.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mabadik.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mabadik.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mabadik.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mabadik.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mabadik.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mabadik.wordpress.com/404/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=404&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mabadik.wordpress.com/2010/08/19/menjadi-pengusaha-ala-nabi-nuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1975050cc77ed4231d5f0840bad407b1?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mabadik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membangun Kampung Digital (Digital Village)</title>
		<link>http://mabadik.wordpress.com/2010/08/19/membangun-kampung-digital-digital-village/</link>
		<comments>http://mabadik.wordpress.com/2010/08/19/membangun-kampung-digital-digital-village/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 18:09:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mabadik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Computer]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Digital Village]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Maya]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Digital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mabadik.wordpress.com/?p=402</guid>
		<description><![CDATA[Summary:airsyad Membangun Desa Digital (Digital Village) di dunia telah mendapat perhatian yang cukup serius, baik oleh instansi pemerintah, perusahaan IT, maupun praktisi teknologi untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui teknologi informasi. Di Indonesia, perwujudan kampong digital juga sudah menjadi perhatian pemerintah, perusahaan IT, maupun praktisi pendidikan. Salah satunya adalah Telkom . Pada tahun 2008, Telkom telah&#160;&#8230; <a href="http://mabadik.wordpress.com/2010/08/19/membangun-kampung-digital-digital-village/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=402&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div dir="ltr">
<p><span style="font-size:x-large;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p><strong>Summary:</strong><a title="airsyad" href="http://id.shvoong.com/writers/airsyad/" target="_blank">airsyad</a><br />
Membangun Desa Digital (Digital Village) di dunia telah mendapat perhatian yang cukup serius, baik oleh instansi pemerintah, perusahaan IT, maupun praktisi teknologi untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui teknologi informasi.</p>
<p>Di Indonesia, perwujudan kampong digital juga sudah menjadi perhatian pemerintah, perusahaan IT, maupun praktisi pendidikan. Salah satunya adalah Telkom . Pada tahun 2008, Telkom telah mengembangkan sebuah visi kebangkitan ICT (Information and Communication Technology) yang dinamakan “Sumatra Pulau Digital“. Memayungi kegiatan Corporate Social Responsibility Telkom Sumatra, “Sumatra Pulau Digital” ini memiliki sebuah obsesi untuk memerangi kesenjangan digital yang masih cukup tinggi antara Indonesia dengan negara.  Bentuk program ini bisa dilihat dalam situs Berita Antara dengan judul “Terus Bangun Kampung-Kampung Digital” pada hari Senin, 7 Januari 2008, memberitakan bahwa Telkom sudah membangun kampong digital di Desa Serbajadi Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, dengan jarak 17 kilomter dari Kota Medan. Dusun tersebut berpenduduk sekitar 500 kepala keluarga itu sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani. Dalam berita tersebut, Telkom akan membangun lagi 100 kampong digital di wilayah Sumatra.  Bentuk pembangunan kampong digital yang dilakukan oleh Telkom adalah membantu mendirikan tower dan mempermudah layanan akses internet kepada masyarakat di desa tersebut.</p>
<p>Dengan terbentuknya kampong digital, juga bisa dimanfaatkan dalam peningkatan usaha desa, misalnya di Gayo melalui situs http://kampungdigitalgayo.com/ memperkenalkan dan memasarkan produk-produk kerajinan tradisional Tanoh Gayo melalui jejaring internet, seperti meja, taplak, tas, sandal,  tempat tisu dengan corak dan ciri khas Tanoh Gayo.</p>
<p>Di Yogyakarta, yang nota bene masyarakatnya sudah melek teknologi, Pemerintah Kota Yogyakarta memanfaatkan internet untuk menjaring aspirasi dari masyarakat. Bentuk-bentuk proses penjaringan aspirasi masyarakat Pemkot Yogya diantaranya; melalui UPIK (Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan) Pemkot Yogyakarta memanfaatkan email bagi warga kota yang ingin menyampaikan informasi ataupun keluhannya, menggelar jajak pendapat dengan topik seputar permasalahan kota, membentuk forum warga sebagai media diskusi antar warga kota. Melalui blog dan facebook walikota dan wakil walikota menyampaikan agenda kegiatan sehari-hari, pemikiran, dan aktivitasnya dalam melayani masyarakat Kota Yogyakarta. Dari sarana internet tersebut memberikan peluang kemudahan kepada warga kota Yogyakarta untuk berpartisipasi menyampaikan berbagai aspirasi kepada Pemkot Yogyakarta melalui dunia maya.</p>
<p><a href="http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/websites/2038548-membangun-kampung-digital-digital-village/" target="_blank">Membangun Kampung Digital (Digital Village)</a> Originally published in Shvoong: <a href="http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/websites/2038548-membangun-kampung-digital-digital-village/" target="_blank">http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/websites/2038548-membangun-kampung-digital-digital-village/</a></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mabadik.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mabadik.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mabadik.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mabadik.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mabadik.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mabadik.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mabadik.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mabadik.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mabadik.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mabadik.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mabadik.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mabadik.wordpress.com/402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mabadik.wordpress.com/402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mabadik.wordpress.com/402/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mabadik.wordpress.com&amp;blog=14493198&amp;post=402&amp;subd=mabadik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mabadik.wordpress.com/2010/08/19/membangun-kampung-digital-digital-village/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1975050cc77ed4231d5f0840bad407b1?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mabadik</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
