Ngaji Kolak

Sudah lama sekali saya tidak menulis….Kangen rasanya
Siang ini, seperti biasanya di rumah setiap hari Rabu ada kegiatan Rottib haddad oleh ibu-ibu rumah tangga yang sudah berjalan 4 tahun lamanya. Tentram rasanya mendengar syair-syair dan pujian-pujian yang dilantunkannya. Pertama kali rottib haddad dibaca oleh Abah, dan biasanya setelah selesai diisi pengajian, baik mendatangkan ulama’ sekitar atau bahkan diisi oleh ibu abahku sendiri.
Namun, rottib haddad hari ini terasa spesial, adikku yang imut akan mengaji pada halaqoh tersebut. Mungkin sedikit bingung juga apa yang harus dingajikan, hingga dia bertanya padaku ngaji apa mas?? Dengan nada guyon dan mimik yang tidak serius, kujawab aja ngaji kolak, karena memang saat itu pula saya baru selesai minum kolak pisang satu mangkok buatan ibuku yang juga akan dihidangkan ke ibu-ibu halaqoh rottib haddad.
Kita mungkin tidak menyadari bahwa dalam semangkok kolak yang lezat dan akan habis kita santap dengan waktu 5 menit tanpa tersisa, dibalik itu, ibu-ibu dalam berproses membuat dan mengolah kolak yang lezat membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan harus melalui beberapa tahap. Mulai dari mencari pisang yang cocok, mengupas pisang dan mengiris-iris menjadi irisan yang seragam dan indah serta tidak terlalu besar agar mudah untuk dimakan. Menyiapkan tungku air, mencari kelapa untuk diambil santannya dan dicampur dengan air dan menggodoknya dengan pisang, tidak pula juga harus diberi gula dengan takaran yang pas… semua proses itu membutuhkan keahlian dan pengetahuan (ilmu), ketaletanan, kesabaran, ulet dan apabila sudah selesai juga harus bisa menyajikannya dengan wadah yang indah, permak yang indah, bungkus yang indah, kalau menggunakan bahasa orang swalayan dikemas dengan bagus agar menarik dan mengundang selera bagi para penikmatnya.
Proses tersebut, sebenarnya juga tidak jauh berbeda dengan proses beribadah kita pada Allah SWT. Untuk bisa menikmati hasil ibadah, maka proses beribadah juga harus dilakukan dengan baik, dengan pengetahuan (ilmu) dengan telaten dan sebagainya. Bukan begitu?
Kwagean Kediri, 16 Juli 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: