Analisis Pendidikan Nasional

Reviewer: Mar’atul Khosyi’ah

Review buku  Pendidikan Multikultural (Konsep dan Aplikasi), Penulis: Ngainun Naim dan Achmad Syauqi, Penerbit: Ar-Ruzz Media – Yogyakarta, Cetakan I: Juni – 2008, Tebal: 248 halaman, ISBN: 979-25-4486-0,

Dalam pembentukan sebuah karakter peradaban, pendidikan yang seutuhnya menjadi hal yang sangat penting. Karena tanpa adanya pendidikan, sebuah bangsa atau masyarakat tentu tidak akan pernah mendapatkan sebuah kemajuannya. Karena itu, suatu peradaban yang memberdayakan dari sebuah pola pendidikan dalam skala luas akan menghasilkan pendidikan tepat guna dan efektif serta mampu menjawab tantangan zaman. Namun, melihat fenomena dalam pendidikan nasional kita, ternyata pendidikan yang tepat guna itu tidak berjalan dan bahkan mungkin ada yang salah dalam menerapkannya.

Hal tersebut dinyatakan dengan banyaknya peristiwa kekerasan yang terjadi di negeri ini. Kebanyakan dari kita justru tidak peduli atau tidak mau tahu sedikit pun dengan kejadian-kejadian tersebut. Padahal jelas sekali bahwa peristiwa tersebut adalah sangat merisaukan, baik pada tingkat kehidupan  pribadi maupun kehidupan bernegara. Banyak contoh kekerasan yang mengatasnamakan agama atau ideologi tertentu yang berujung pada penyerangan, perusakan, pembakaran, penangkapan hingga intimidasi terhadap seseorang atau kelompok-kelompok tertentu.

Pendidikan kita telah mengalami pergeseran dari nilai-nilai luhurnya. Digantikannya dengan produk-produk egoisme diri dan kebinatangan yang semakin serakah, tidak adil dan hampa akan nilai-nilai filosofis. Aksentuasinya terletak pada pembentukan wawasan para intelektual yang hanya terjebak pada nilai-nilai kehidupan yang kering akan moralitas dan etika dalam kehidupan bermasyarakat. Padahal tujuan pendidikan sebenarnya adalah melahirkan individu-individu yang merdeka, matang, bertanggungjawab dan peka terhadap permasalah sosial di lingkungan sekitarnya.

Buku “Pendidikan Multikultural (Konsep dan Aplikasi)” karya Ngainum Naim dan Achmad Sauqi ini membahas dasar-dasar pendidikan pluralis-multikultural serta segala aspek teori dan kerangka operasionalnya. Dengan ulasan dan bahasan yang cukup sistematis dan kritis baik dalam konsep maupun praktis /aplikasinya, menjadikan buku ini berhasil menampilkan esensi pendidikan sejati. Harapan yang ingin diwujudkan adalah sebuah kehidupan yang harmoni, damai, selaras dan berperadaban dengan selalu mengedepankan semangat saling kerjasama dan gotong-royong.

Pluralisme-Multikulturalisme sejatinya adalah sebuah gagasan teologis dalam menerima setiap perbedaan yang meliputi agama, gender, ras, kelas sosial, usia, bahasa dan termasuk pula perbedaan kemampuan atau keterampilan seseorang. Perbedaan-perbedaan yang -jika tidak dipahami secara bijak dan arif- rentang dan kerap menjangkit pada individu-individu manusia. Karena itu, kehidupan yang harmoni, inklusif dan toleran harus dapat diciptakan saat ini juga. Jika tidak diatasi secara cepat tentu akan sangat membahayakan eksistensi kemanusiaan manusia itu sendiri.

Penerapan pendidikan multikultural sejatinya tidak lain adalah mengidealkan sebuah dunia yang penuh pernghargaan akan hak-hak sesama manusia, termasuk dalam praktik dunia pendidikan kita. Dapat menerima segala perbedaan sebagai hal yang alamiah dan wajar. Bukan malah menjadikan alasan akan terjadinya tindakan-tindakan yang diskriminatif. Sebuah pola perilaku dan sikap hidup yang cenderung dikuasai oleh rasa iri hati, dengki dan buruk sangka. Intinya adalah suatu pendidikan haruslah diarahkan pada tujuan mulia, yakni menjadikan manusia yang cerdas, kreatif dan humanis.

Dalam garis besarnya buku ini menyajikan gagasan-gagasan konstruktif dan mendetail dalam mengkritisi dunia pendidikan dewasa ini. Percikan pemikiran yang dilontarkan sebagai langkah upaya strategis guna melakukan rekonstruksi pemikiran pendidikan yang lebih pluralis-multikultural. Ruh pendidikan yang memang seharusnya tidak hanya mengedepankan nilai-nilai humanis dan beradab namun juga mampu membaca kondisi riil masyarakat di dunia global saat ini serta berwawasan masa depan. Menjadikan buku ini teramat penting untuk kiranya dapat kita jadikan referensi bersama.

Setidaknya dalam buku ini, mengajak seorang guru, dosen, mahasiswa, ahli pendidikan, pengambil kebijakan dunia pendidikan dan tentunya juga bagi masyarakat umum dituntut untuk memiliki karakter multikulturalisme. Dengan kata lain, masa depan bangsa ini tergantung kepada kondisi pendidikan hari ini. Karena itu, melalui buku ini, paling tidak kita dapat menjadikan bangsa ini lebih berhasil memanusiakan insan pendidikan secara manusiawi dan juga berintelektual tinggi serta selalu bersikap demokratis, pluralis dan humanis secara sekaligus. Sebuah mimpi yang tentu tidak sekedar menjadi utopia belaka, namun kita harus mencoba mewujudkannya sekarang juga.

Dari beberapa kelebihan buku tersebut, menurut kami terdapat kekurangan yakni terkait pembahasan Islam dan pluralis, di situ tidak disertakan sekalian dalil-dalil al qur’an yang menjelaskan tentang hal itu. Padahal dalam al qur’an banyak sekali dalil yang menjelaskan bahwa Islam menganjurkan untuk hidup saling berdampingan meskipun lain agama, perintah hidup rukun dan saling menghargai serta tolong menolong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: