Syiah yang kami amati dalam perspektif sejarah

Reviewer : Muzakir

Review buku Syiah yang kami amati dalam perspektif sejarah, Nama Pengarang   : Drs. H. Abdullah Shodiq M.Pd, Tahun Terbit: 1995, Nama Percetakan  : LP Ma’arif Pasuruan, Tebal Buku: 24 Halaman

1.      Syiah lahir semula bergerak di bidang poliktik, dan mati terbunuhnya Husein bin Ali bin Abi Thalib menyebabkan partai syiah semakin banyak melakukan perlawanan kepada Umaiyah.

2.      Dalam perkembangan berikutnya Syiah tidak lagi berbicara bidang politik, tetapi juga bidang aqiqah dan hukum.

3.      Dalam pada itu ,Syiah terbagi menjadi empat golongan besar yang banyak adalah Syiah As-Sabaiyah.Dari golongan inilah, lahir ismailiyah dan itsna asyariyah.

4.      pada ulama besar kaliber internasinal Imam Jakfar Sodiq, Madhhab Syiah tidak jauh berbeda dengan madhab Hanafi yang dikenalsebagai madhab rsional. Baru kemudian setelah Imam tersebut meningal dunia, Syiah pecah menjadi dua golongan besar. Yaitu ismailiyah dan imamiyah Itsna Asyariyah. Kedua golongan ini masing-masing dilahirkan oleh kedua orang putra Imam Jakfar tersebut yakni Ismail dan Musa Al kadim.

5.      Kedua putra dimaksud masing-masing mengaku sah dirinya sebagai Imam Syiah ke-7, dan mulailah Syiah mengalami perubahan-perubahan dibidang aqidah dan hukum yang bertentangan dengan ajaran sunni.

6.      Perubahan-erubahan itu yang terpenting yang dipengaruhi oleh paham-paham sebagai berikut: a) Agama Yahudi dan Nasrani, b) Agama Majusi(Soroaster), c) Neo Platonisme, d. Aliran teologi Mutazilah

7.      Dengan paham-paham tersebut, mucul aliran Syiah yang kemudian menjadi aliran Kebatinan diantaranya adalah paham Hulul dan Wihdalul Wujud. Paham ini menyatakan bahwa dalam diri seorang imam terdapat sifat ketuhanan dan sifat kemanusiaan.

8.      Kerajaan Islam pertama kali di Indonesia yaitu di Perak Sumatra Utara boleh dibilang Kerajaan Syiah, Kemudian seteah Kerajaan Sunni Syiah pindah ke Samudera Pasai dan menamakan dirinya sebagai kekuatan kebatinan yang disebut Wihdatul Wujud. Kemudian setelah Revolusi Iran, Syiah khususnya Imamiyah Itsna Asyariyah berkembang lagi di Indonesia yang terbanyak pengikutnya dari kalangan pemuda Islam.Mereka dipengaruhi Paham Mutazilah dalam pembebasan berfikir Dan berkehendak untuk melakukan segala perbuatan yang menjadi tujuan pokok mereka dengan bekedok Cinta kepada Ahli Bait.

9.      Doktrin keyakinan keamanan Syiah adalah Taqiyah. Yaitu ajaran yang diucapkan dalam lisan berbeda dalam hati. Doktrin ini tidak jauh berbeda dengan ajaran Machiavellisme, yaitu suatu paham yang menghalalkan segala cara dari seorang pemikir Bangsa Itali Niccolo Machiavelli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: