Integrasi Psikologi Dengan Islam Menuju Psikologi Islami

Reviewer: IRSYADUS  SYIFA’

Review buku: Integrasi Psikologi Dengan Islam : Menuju Psikologi Islami, Penulis: Hanna Djumhana Bastaman, Penerbit: Pustaka Pelajar Bekerja sama dengan Yayasan Insan Kamil, Terbit         : Oktober 1995, Tebal : 243  halaman


Sebuah Tantangan dan Peluang Psikolog Muslim

Seiring dengan berkembangnya pemikiran Islam, maka sudah sepatutnya kita berusaha menanamkan nilai-nilai keislaman pada berbagai macam disiplin ilmu sebagai identitas jiwa intelektual seorang muslim yang kian lama kian kabur diterpa kemajuan ilmu dan teknologi.

Psikologi merupakan suatu jembatan untuk menelusuri perjalanan hidup manusia dengan mengenal segala potensi yang dimiliki untuk menghadapi kerasnya kehidupan dunia.

Buku yang berjudul Integrasi Psikologi dengan Islam : Menuju Psikologi Islami  buah karya Hanna Djumhana Bastaman yang diterbitkan Pustaka Pelajar bekerja sama dengan Yayasan Insan Kamil dengan tebal 243 halaman ini memiliki ciri yang menonjol, yakni pada satu sisi penulis mengakui kebenaran teori-teori psikologi yang sudah ada dengan kelebihan dan kekurangannya dan di sisi lain beliau mencoba memperbaiki kekurangan itu dengan konsep-konsep Islam.

Di dalam buku ini juga dituturkan tentang struktur kepribadian manusia versi psikologi Islami dengan memanfaatkan cara pandang Psikoanalisis  (alam sadar, alam prasadar, dan alam tak sadar), Aliran Perilaku (dimensi kognisi, afeksi,konasi, dan psikomotor), dan psikologi Humanistik (dimensi somatis, psikis, dan neotik). Dengan mengintegrasikan tiga pandangan tersebut, penulis mencoba menempatkan Ruh sebagai dimensi yang menaungi dimensi-dimensi di atas.

Untuk lebih menonjolkan nilai-nilai keislaman, dalam mengemukakan teorinya penulis banyak mengambil ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga secara tidak langsung pembaca mampu mengetahui keagungan Alqur’an sebagai sumber dari segala sumber ilmu.

Buku ini mencoba untuk memberikan inpirasi bahwa kalau kita ingin menghasilkan suatu pendekatan baru dalam khasanah ilmu pengetahuan, maka langkah yang tepat bukanlah mulai dari nol, melainkan harus dimulai dari penemuan mutakhir. Dengan demikian, kalau kita hendak membangun semacam aliran baru dalam khasanah ilmu modern, maka kita hendaknya menyambung temuan-temuan yang selama ini dihasilkan oleh para ilmuwan dan mengkolaborasikannya dengan nilai-nilai Islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: