AKU, PINOKIO DAN ISRA’ MI’RAJ

By: Amang Fathurrohman

Isra’ Mi’raj, adalah salah satu hari istimewa dalam Islam, salah satu moment terpenting dalam sejarah Islam, dan salah satu bukti mu’jizat Nabi Muhammad dari sekian mu’jizat yang dimilikinya.

Mungkin banyak yang menyimpulkan bahwa Isra’ Mi’raj nabi adalah berkaitan dengan perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya untuk menunaikan sholat wajib 5 waktu.

Bagi saya, itu adalah salah satu point terpenting, namun juga ada point-point lain yang telah saya garis bawahi, bahwa ada sekian hal yang bisa diteladani dalam peristiwa tersebut.

Sebagaimana tercatat dalam sejarah, sebelum memulai perjalanan, Nabi Muhammad telah “dieporasi” oleh Malaikat Jibril untuk dihilangkan segala “noda” yang menempel di hatinya. Proses pembersihan hati, menurut hemat penulis, adalah salah satu bagian terpenting agar proses perjalanan yang fitri dapat terlaksana dengan maksimal.

Dengan bersihnya hati, maka pintu hati dan juga pkiran menjadi terbuka dan siap untuk mempelajari ilmu-ilmu yang akan dipelajarinya. Ilmu disini tidak hanya ilmu yang bersifat dzohiriyah, namun bathiniyah juga menjadi pelajaran yang tidak dapat dinafikan.

Dalam perjalanan tersebut, Nabi diajari dengan jalan diberikan visualisasi perilaku manusia, mulai zaman dahulu hingga di masa yang akan datang, bahkan masa setelah berakhirnya kehidupan dunia yang fana ini (baca: akhirat).

Maka, dalam Isra’ Mi’raj ini adalah salah satu proses dan juga pelajaran yang sangat berharga nabi untuk menjadi manusia yang seutuhnya

***

Pinokio, adalah salah satu cerita dunia yang cukup dikenal. Bahkan menjadi salah satu dongeng wajib pengantar tidur bagi putra-putrinya di belahan dunia ini.

Pinokio, putra Gibeto, adalah bentuk simbol bagaimana manusia berproses untuk menjadi manusia yang seutuhnya. Perjalanan yang dimulai dari boneka hasil karya Gibeto yang ingin mempunyai anak kemudian dikabulkan oleh peri untuk menjadi manusia seutuhnya adalah simbol dongeng yang cukup menarik untuk dicermati.

Ternyata untuk menjadi manusia yang sebenarnya, Pinokio harus melewati serangkaian ujian kehidupan untuk menemukan hakikat manusia itu bagaimana. Yakni manusia yang mempunyai hati yang bersih, dan ketulusan dalam beramal, serta cinta kasih antar sesama adalah ide pokok cerita tersebut.

***

Aku, adalah juga manusia, tidak seperti Pinokio yang telah berproses dari kayu menjadi manusia, tidak juga Nabi Muhammad, yang memang telah dibersihkan hatinya oleh Allah dengan operasi sepsialnya Malaikat Jibril, maka Aku pun manusia yang sedang berproses dengan batas kemampuan yang aku muliki.

Walaupun sama-sama berproses dalam mencari jati diri manusia yang sesungguhnya, ada berbedaan yang signifikan antara Aku, Pinokio dan Nabi Muhammad dalamperistiwa Isra’ Mi’raj, yakni bagaimana hasil akhir dari proses tersebut. Pinokio telah berhasil melewati ujiannya dengan ditandai keberhasilan menjadi manusia, Nabi Muhammad telah tercatat dalam sejarah bahwa beliau adalah Nabi Agung, sedangkan aku masih terus berproses dan masih belum menemukan siapa sebenarnya aku ini.

Bagaimana kisah akhir dari aku??? Biar sejarah masa depan yang mencatatnya….

Semoga aku menemukan siapa sebenanya aku…

Kwagean, Rabu, 30 Juli 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: