Musafir

Sang musafr pun tersenyum simpul dan getir

Kaki telah berhenti dalam perinduan suci

Sepuluh jari putih menengadah ke atas

Bola mata redup menyirami mata hati yang kian gersang

Nuraniku berkata:

Tuhan… apakah itu Engkau?

Dzat yang selalu kurindukan, kuimpikan…

Yang memberi kesejukan dalam hati???!

Namun…

Kutetap tak berdaya dan malu untuk menemui-Mu dengan penampilanku seperti ini

Kotoran dosa yang yang menempel ditubuhku

Yang menyatu dengan jiwaku seakan enggan tuk kuhilangkan

Aku tak berdaya untuk mencuci dosa

Karena aku memang seorang pendosa

Saigon City; 041104

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: