TRILOGY OF MONTHS

AGUSTUS, SEPTEMBER, OKTOBER :

TRILOGY OF MONTHS, BULAN SEJARAH BANGSA INDONESIA

Agustus, September, Oktober adalah bulan yang sakral bagi bangsa Indonesia. Bulan Agustus terdapat moment terpenting bagi bangsa Indonesia yakni kemerdekaan Republik Indonesia dari belenggu penjajahan. Bulan oktober adalah bulan Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 1928, sedangkan bulan November adalah bulan yang menandaskan (menaukidi) bahwa bangsa Indonesia memang betul-betul merdeka dari segala bentuk penjajahan sekaligus menunjukkan peran pemuda dalam memberikan kontribusi yang luar biasa besar dengan peristiwa penyobekan bendera biru dari merah putih biru (bendera Belanda) di Hotel Yamato Surabaya yang diperingati oleh bangsa Indonesia sebagai hari pahlawan.

Ketiga bulan diatas merupakan bulan yang saling berhubungan dan tidak terpisahkan dalam catatan sejarah. Seandainya tidak terjadi peristiwa yang heroic pada bulan Agustus (Kemerdekaan RI), maka bulan September dan Oktober (baca: Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan) tidak akan menjadi bulan yang bermakna, karena perjuangan pemuda dan rakyat Indonesia masih terus dihantui oleh proses pencarian kemerdekaan yang tak kunjung datang.

Begitu pula jika peristiwa di bulan September (Sumpah Pemuda) tidak terjadi, maka peristiwa kemerdekaan yang terjadi di bulan Agustus akan mundur ke bulan yang lain atau bahkan tidak terjadi peristiwa kemerdekaan RI, karena belum ada kesadaran pemuda untuk bersatu. Kita semua pasti mengetahui bagaimana peran pemuda dalam peristiwa terciptanya kemerdekaan RI (peristiwa Rengasdengklok).

Di bulan Oktober juga tidak kalah pentingnya. Peristiwa 10 Oktober yang lebih dikenal dengan Hari Pahlawan adalah titik penandasan (penaukidan) bahwa bangsa Indonesia memang betul-betul merdeka dari segala bentuk penjajahan. Andaikan Bung Tomo dan saudara-saudara kita tidak bergerak untuk menentang Belanda yang dating menjajah kembali, maka mungkin sampai sekarang kita mengenyam kemerdekaan semu. Artinya, kita mungkin telah mendeklarasikan kemerdekaan namun tetap dikendalikan oleh penjajah yang datang kembali ke Indonesia.

Oleh karena itu, ketiga bulan tersebut merupakan bulan yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia pada umumnya, khususnya bagi pemuda Indonesia. Dengan tidak mengenyampingkan peristiwa bersejarah yang terjadi pada bulan selain Agustus sampai Oktober, maka bulan trilogy (Agustus sampai Oktober) ini merupakan bulan yang tidak cukup dijadikan sebagai bulan kenangan, bulan cerita masa lalu, bulan dongeng yang akan habis, hilang, dan sirna seiring dengan masa yang terus berlanjut tak kenal henti. Namun, trilogy of months ini lebih akan bermakna jika menjadi enrty point bagi bangsa Indonesia untuk lebih menatap masa depan dan bergerak untuk berbenah, membersihkan, mendesign, membangun, dan mengembangkan segala hal yang mampu membangun tidur panjang bangsa Indonesia dari mimpi keterpurukan.

Bangunan spirit harus perlu dijaga dan ditingkatkan sebagai konsekuensi sebagai generasi penerus bangsa yang meneruskan perjuangan para pemuda zaman dahulu kala dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankannya agar tetap merdeka dari segala bentuk penjajahan. Apabila bangunan ini tidak dijaga dan ditingkatkan, maka masa depan Indonesia akan semakin tenggelam dalam penjajahan baru yang lebih mengerikan.

Semoga kita semua mampu untuk mengemban amanah tersebut, demi membangunkan bangsa Indonesia dari tidur panjangnya…

Tengah Malam

Sengonagung, 23 November 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: