Mindset Publisher Adsense

Posting kali ini sebenarnya sudah ingin kupublish sejak sebulan yang lalu, namun selalu saja tertunda. Nah, mumpung sekarang in the mood dan ditambah beberapa inspirasi, selesai juga postingan ini. Begini awalnya… beberapa bulan yang lalu milis Bloggerian kedatangan sebuah email yang isinya sebagai berikut:

Dear Bloggers,

Aku orang baru dengan blog, kebetulan aku ga kerja, ga punya keahlian apa-apa.
Aku sempet baca kalau blog itu bisa menghasilkan duit.
Tolong bantuannya dong…

Sapa tau aku jodoh ma blog…

Thanks banget

Itu adalah email pertama dan satu-satunya yang dikirimkan oleh orang tersebut. Apakah sekarang dia sudah berhasil merubah blognya sebagai mesin pencari uang aku tidak tahu…

Memang bener kata Dexno, semakin banyak gembar gembor di media tentang betapa mudahnya mencari dollar (baca: uang-red) di internet akan mengundang orang-orang baru yang ingin terjun ke bisnis internet. Dan salah satu bisnis internet yang paling populer, apalagi kalau bukan Adsense. Embel-embel mudah, ga perlu kerja keras, cuma dari rumah saja bisa menjadi jutawan (yang terakhir ini emang ada benernya sih) menambah antrian orang-orang yang ingin menjadi seorang Internet Marketer Publisher Adsense. Padahal, sejak awal jelas-jelas Cosa, seorang Publisher Adsense yang sukses, menyerukan “Google Adsense Bukan Cara Mudah Mendapatkan Uang di Internet“.

Ada sebuah pemikiran yang terbesit di otakku, “Semakin banyak orang yang mengenal Adsense, akan semakin tidak mudah Adsense itu“.

Pemikiran tersebut bukannya tanpa alasan. Pada survey tidak resmi obrolan yang aku lakukan pada beberapa Publisher Adsense, aku menanyakan sebuah pertanyaan yang tersurat dan tersirat, “Apakah kamu akan meng-klik sebuah iklan Adsense yang ditampilkan oleh blog orang lain, meskipun kamu tahu iklan tersebut menarik?

Bermacam-macam jawaban yang aku dapat dari responden paksaan tersebut (sekitar 15 orang). Sebagian besar menyebutkan “Tidak”. Beberapa menyebutkan “Kalau memang benar-benar menarik ya diklik”. Ada juga yang niat banget nungguin url iklan tersebut muncul lalu lebih memilik mengetiknya di browser secara manual. Dan cuma 1 orang yang mantap bilang “Ya diklik”. Yang terakhir itu pun karena punya pengalaman menunggu URL iklan yang tak kunjung-kunjung muncul. Haha…

Apakah ini menjadi mindset kebanyakan Publisher Adsense? Jumlah 15 orang memang tidak bisa menggambarkan populasi Publisher Adsense di Indonesia, apalagi dunia. Ini hanya sebuah wacana… sebuah pemikiran. Sungguh ironis rasanya bila kita menginginkan ada orang yang mengklik iklan di Adsense kita sedangkan kita tak mau mengklik iklan di Adsense orang sekalipun iklan tersebut menarik, bahkan ketika tidak ada kerugian di pihak kita bila kita mengklik iklan orang lain. Seolah makna advertising tenggelam oleh ke-ego-an kita. Seorang temanku yang seorang pebisnis sekaligus motivator menyebutnya sebagai sebuah “kemunafikan”.

Lalu, apakah kita akan terus terjebak pada mindset semacam ini? Waktunya Publisher Adsense Indonesia memilih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: