HUJJAH AL-QUR’AN DAN I’JAZ AL-QUR’AN

By : IMROATUL ZAHRO

A. KEHUJJAHAN AL-QUR’AN

Abdul Wahhab Khallaf mengemukakan tentang kehujjahan al-Qur’an dengan ucapannya sebagai berikut: “Bukti bahwa al-Qur’an menjadi hujjah atas manusia yang hukum-hukumnya merupakan aturan-aturan yang wajib bagi manusia untuk mengikutinya, ialah karena al-Qur’an itu datang dari Allah, dan dibawa kepada manusia dengan jalan yang pasti yang tidak diragukan kesahannya dan kebenarannya. Sedang bukti kalau al-Qur’an itu datang dari Allah SWT, ialah bahwa al-Qur’an itu membuat orang tidak mampu membuat atau mendatangkan seperti al-Qur’an”.

Membuat orang tidak mampu (al-I’jâz) itu baru terjadi, demikian Abdul Wahhab Khallaf, apabila tiga hal berikut ini terdapat pada sesuatu. Yaitu adanya tantangan (at-ta-haddy), adanya motivasi dan dorongan kepada penantang untuk melakukan tantangan dan ketiadaan penghalang yang mencegah adanya tantangan.

Nabi Muhammad saw ketika menyatakan kenabiannya dan orang-orang kafir menentangnya dan juga menentang ajaran Allah swt (al-Qur’an) beliau berkata: “Apabila engkau sekalian meragukan semua ini, cobalah kamu datangkan atau kamu buat saja satu surat yang sama dengan al-Qur’an.”

Ucapan seperti ini bukan berarti gurauan seraya dijawab dengan: Mana ada di dunia ini sesuatu yang sama dengan yang lain. Bukan begitu. Akan tetapi makna yang terpenting pernyataan ini ialah bahwa manusia tidak akan mampu menyusun satu ayat pun sebagaimana ayat al-Qur’an, baik mengenai susunan dan keindahan bahasanya, dan juga maknanya, lebih-Iebih kepastian dan kebenaran akan isinya yang mutlak yang berlaku dan tidak bisa dipungkiri.

Allah sendiri berfirman di dalam al-Qur’an sebagai berikut:

“Dan apabila engkau sekalian di dalam keadaan ragu-ragu terhadap apa yang telah Kami turunkan kepada hamba Kami, buatlah satu surat yang serupa dengannya, dan datangkanlah saksi-saksimu selain Allah, apabila engkau sekalian memang orang-orang yang benar.” (al-Baqarah: 23)

Di dalam surat yang lain Allah juga berfirman:

“Apakah mereka berkata Muhammad itu membuat-buat al-Qur’an? Katakanlah Muhammad; Datangkanlah sepuluh surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup memanggilnya selain Allah apabila engkau sekalian memang orang-orang yang benar.” (Hud: 13)

“Katakanlah Muhammad, sekiranya jin dan manusia berkumpul untuk membuat yang serupa menyamai al-Qur’an ini mereka tidak akan dapat melakukannya, sekalipun sebagian mereka membantu kepada sebagiannya.” (al-Isrâ’: 88)

Juga Allah menegaskan:

“Apakah mereka mengatakan Muhammad itu membuat-buatnya. Sebenarnya mereka tidak beriman. Hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang sepadan dengan al-Qur’an itu. Apabila mereka itu orang-orang yang benar.” (ath-Thûr: 33-34)

Betapapun mereka, yang menantang al-Qur’an itu tidak dapat memberikan yang serupa dengan al-Qur’an itu, apakah itu dari segi bahasanya, atau isinya dan lebih-lebih ketepatan isinya yang menyangkut baik riwayat orang-orang dahulu, tentang jagad raya dan hukum-hukum yang dikemukakan oleh Allah SWT.

Dan dunia juga membuktikan dikarenakan orang-orang tidak melakukan apa yang dikehendaki oleh Allah SWT sebagaimana yang tercantum di dalam al-Qur’an, dan mereka berbuat yang seolah-olah menentangnya, maka bencanalah yang terjadi.

B. I’JAZ AL-QUR’AN

1. Arti Kemu’jizatan Al-Qur’an

Mu’jizat adalah sesuatu yang sangatlah spesial. Hanya Allah SWT yang dapat melakukannya melalui kebesaran yang dimilikinya.

I’jaz (kemu’jizatan) dalam bahasa Arab adalah menisbatkan lemah kepada orang lain. Allah berfirman:

“Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, kalau aku dapa menguburkan mayat saudaraku ini.” (Al-Mâidah: 31).

Mu’jizat dinamakan mu’jizat (melemahkan) karena manusia lemah untuk mendatangkan sesamanya, sebab mu’jizat berupa hal yang bertentangan dengan adat, keluar dari batas-batas faktor yang telah diketahui. I’jazul Qur’an (kemu’jizatan Al-Qur’an) artinya: “Menetapkan kelemahan manusia baik secara berpisah-pisah maupun berkelompok, untuk bisa mendatangkan sesamanya.” Dan yang dimaksud dengan kemu’jizatan Al-Qur’an bukan berarti melemahkan manusia dengan pengertian melemahkan yang sebenarnya, artinya memberi pengertian kepada mereka dengan kelemahannya untuk mendatangkan sesama Al-Qur’an, karena hal itu telah dimaklumi oleh setiap orang yang berakal, tetapi maksudnya adalah untuk menjelaskan bahwa kitab ini hak, dan Rasul yang membawanya adalah rasul yang benar. Begitulah semua mu’jizat nabi-nabi dimana manusia lemah untuk menandinginya.

Tujuannya hanya untuk melahirkan kebenaran mereka, menetapkan bahwa yang mereka bawa adalah semata-mata wahyu dari Dzat Yang Maha Bijaksana, dan diturunkan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Mereka hanyalah menyampaikan risalah Allah dan tiada lain tugasnya hanya memberitahukan dan menyampaikan. Oleh karena itu mu’jizat adalah dalil-dalil dari Allah SWT. kepada hamba-Nya untuk membenarkan rasul-rasul dan nabi-nabi. Dengan perantaraan mu’izat ini, seolah-olah Allah bersabda: “Benar hamba-Ku dalam hal yang ia sampaikan dari Aku, dan Aku mengutusnya agar ia menyampaikan sesuatu kepadamu.”

Sedangkan dalil atas kebenarannya adalah dengan cara menjalankan hal-hal yang bertentangan dengan adat pada tangan Rasul, dimana tak ada seorangpun diantara kamu yang bisa mendatangkan sesamanya, dan sesuatu hal yang di luar kemampuan manusia untuk bisa menjalankannya dalam hal seaneh ini. Itulah arti melemahkan dan itu pula pengertian mu’jizat.

Sementara Allah lah yang labih tinggi bila memberikan contoh.Allah mengatakan pada kita.Inilah ia huruf-huruf kamu, yang dengannya kamu belajar,inilah bahasa kamu.Aku akan membuat dari huruf-huruf ini sebuah kitab yang penuh dengan mukjizat.

Dari potongan besi,manusia bisa buat computer,apatah lagi  Allah yang maha pemberi misal ,dari potongan-potongan huruf, keluarlah didalamnya suatu mukjizat yang maha agung, pedoman dan petunjuk bagi seluruh manusia, dan tak kenal masa,tak hilang di terpa badai, tetap terpelihara kemurniannya, itulah ia
Al-Qur’an.

Tahukah kita, apa rahasia Nabi Muhammad SAW seorang yang ummi (tidak tahu baca dan tulis).Tak lain dan tak bukan untuk menunjukkan pada manusia ,bahwa benar-benar Al-Qur’an datangnya dari Allah SWT,bukan berasal dari kalam beliau.Ngak mungkin seorang yang ummi dapat menyusun keindahan kata-kata,keabsahan dan tata bahasa yang sangat tinggi,tak ada yang dapat menandingi ketinggian bahasa Al-Qur’an ini, bahasa apapun dianya.tetap bahasa Al-Qur’an yang maha agung.

Tilka  Aayaatul kitaabil mubiin (Inilah ayat-ayat kitab Allah yang nyata dari Allah SWT.).

Apa yang dimaksudkan dengan kata “Mubiin”. maksudnya adalah yang penuh dengan  Mukjizat .Lantas dimana letak kemukjizatan Al-Qur’an. Mukjizat Al-Qur’an adalah “kekekalan” Kita tahu bahwa mukjizat nabi Musa tongkat, lenyap, nabi Isa, bisa menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, tapi tidak selamanya.Adapun nabi SAW,mukjizat beliau adalah al-Qur’an al-Karim.

2. Macam-macam I’jaz dalam Al-Qur’an:

a. I’jaz Bayaani.

Yaitu suatu mukjizat yang tidak ada didalam Al-Qur’an satu kalimat pun dapat ditambahkan oleh siapapun,ataupun dikurangi selain oleh Allah SWT.

b. I’jazul Ilmiyah

Yaitu suatu Mu’jizat didalam al-Qur’an yang mengandung ilmu pengetahuan, meski ditemukan rahasia alam ini sudah berapa tahun setelah turunnya Al-Qur’an, oleh para pakar alam, metafisika, biologi, dan lainnya. Suatucontoh, bertemunya dua laut, yang disebut dalam Al-Qur’an, baru ditemukan rahasianya, begitupun pertumbuhan janin, menggantungnya janin dalam rahim, ilmu ini baru ditemukan kebenarannya.dan masih banyak lagi apa-apa yang disebutkan Seumpama,mengapa diharamkan babi, khamar.

Perbedaan-perbedaan tanah,didalam jenisnya,sebagaimana di dalam Hadist, juga punya I’jaz ilmiyah, seperti mengapa kita diminta menghindari diri dari terik mentari,karena akan mengurangi shahwat.Ternyata setelah diteliti ilmuwan, memang berjemur di panas terik mentari (siang bolong), ada zat-zat,atau hormon-hormon seksual yang rusak.

Begitupun mengapa ada Hadist yang menyuruh kita memasukkan sayap lalat yang sebelah lagi, bila lalat tersebut masuk ke dalam bejana, atau gelas yang ada air didalamnya. ternyata di kedua sayap lalat, satu boleh dikatakan racun, satunya lagi adalah obat antibiotik, yang mematikan kuman-kuman. semua ini bisa dibaca di dalam buku “I’jazul Ilmiyah di dalam Islam, (Al-Qur’an dan Sunnah karangan Muhammad kamil Abd Asshamad). Disanalah ada jawaban, bagi yang bertanya, mengapa, dan kenapa Allah dan rasul-Nya, menyuruh dan melarang kita begini dan begitu.

c. I’jazul Maudhu’i

Yaitu bagi siapa saja  yang membaca al-Qur’an ini dan memahaminya, melakukan apa-apa yang diperintahkan Allah, maka Allah kelak akan memuliakannya dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: