Kutanyakan…

Kau lihat mataku

Setiap tatapan mengamit tangis

Mengintai tawa yang layu

Dibalik hujan gerimis

Diterawang kabut dibalik jendela

Kau lihat Bibirku

Dari senyum ke senyum menetes luka

Tanpa kata yang tersisa

Mencabik luka yang menganga

Dari tanya yang terbentur kaca

Kau lihat tanganku

Setiap lambaian menyapu hampa

Mencengkeram semangat

Dari ranah yang berkarat

Kau lihat kakiku

Mengayun berat mendendang gemuruh hati

Merangsek sepi yang basa-basi

Bercanda dengan serpihan gelisah

Apakah sepi kemudian tak bertepi,

Gelap lalu semakin pekat,

Luka terus menganga,

Semangat akan semakin berkarat

dan dingin akan bekukan semua nestapa ini?

Ada pintu yang terbuka,

namun penghuninya ada dibalik tembok-tembok

yang tak tau kapan runtuh dan mengubur kebodohannya.

Hingga ia benar2 menemui keramaian dalam sepi

Kau dengar pamitku

Tersedu dalam gerimis mengumpat kesal

Bersama waktu tanpa gairah

Mengamati kecewa

Dari keeping jiwa yang melayang…

phyton

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: