Membangun Kampung Digital (Digital Village)


Summary:airsyad
Membangun Desa Digital (Digital Village) di dunia telah mendapat perhatian yang cukup serius, baik oleh instansi pemerintah, perusahaan IT, maupun praktisi teknologi untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui teknologi informasi.

Di Indonesia, perwujudan kampong digital juga sudah menjadi perhatian pemerintah, perusahaan IT, maupun praktisi pendidikan. Salah satunya adalah Telkom . Pada tahun 2008, Telkom telah mengembangkan sebuah visi kebangkitan ICT (Information and Communication Technology) yang dinamakan “Sumatra Pulau Digital“. Memayungi kegiatan Corporate Social Responsibility Telkom Sumatra, “Sumatra Pulau Digital” ini memiliki sebuah obsesi untuk memerangi kesenjangan digital yang masih cukup tinggi antara Indonesia dengan negara. Bentuk program ini bisa dilihat dalam situs Berita Antara dengan judul “Terus Bangun Kampung-Kampung Digital” pada hari Senin, 7 Januari 2008, memberitakan bahwa Telkom sudah membangun kampong digital di Desa Serbajadi Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, dengan jarak 17 kilomter dari Kota Medan. Dusun tersebut berpenduduk sekitar 500 kepala keluarga itu sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani. Dalam berita tersebut, Telkom akan membangun lagi 100 kampong digital di wilayah Sumatra. Bentuk pembangunan kampong digital yang dilakukan oleh Telkom adalah membantu mendirikan tower dan mempermudah layanan akses internet kepada masyarakat di desa tersebut.

Dengan terbentuknya kampong digital, juga bisa dimanfaatkan dalam peningkatan usaha desa, misalnya di Gayo melalui situs http://kampungdigitalgayo.com/ memperkenalkan dan memasarkan produk-produk kerajinan tradisional Tanoh Gayo melalui jejaring internet, seperti meja, taplak, tas, sandal, tempat tisu dengan corak dan ciri khas Tanoh Gayo.

Di Yogyakarta, yang nota bene masyarakatnya sudah melek teknologi, Pemerintah Kota Yogyakarta memanfaatkan internet untuk menjaring aspirasi dari masyarakat. Bentuk-bentuk proses penjaringan aspirasi masyarakat Pemkot Yogya diantaranya; melalui UPIK (Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan) Pemkot Yogyakarta memanfaatkan email bagi warga kota yang ingin menyampaikan informasi ataupun keluhannya, menggelar jajak pendapat dengan topik seputar permasalahan kota, membentuk forum warga sebagai media diskusi antar warga kota. Melalui blog dan facebook walikota dan wakil walikota menyampaikan agenda kegiatan sehari-hari, pemikiran, dan aktivitasnya dalam melayani masyarakat Kota Yogyakarta. Dari sarana internet tersebut memberikan peluang kemudahan kepada warga kota Yogyakarta untuk berpartisipasi menyampaikan berbagai aspirasi kepada Pemkot Yogyakarta melalui dunia maya.

Membangun Kampung Digital (Digital Village) Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/websites/2038548-membangun-kampung-digital-digital-village/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: