Merdeka ternyata Tidak Merdeka


Summary:airsyad
di Kemerdekaan Indonesia yang ke 65 tahun, makna kemerdekaan ini tidak terasa dalam kehidupan kita. Apa sebenarnya makna kemerdekaan bagi kita?.Merdeka tidak ada lagi peperangan kah?? Merdeka dari penjajahankah??.. Mungkin itu bisa dikatakan iya. Kedua makna itu boleh berlaku saat 65 tahun silam. Tapi sekarang, arti kemerdekaan adalah;Merdeka dari Kebodohan; Merdeka dari Gizi Buruk; Merdeka dari Diskriminasi,Merdeka dari Intimidasi; Merdeka dari Korupsi.

Dalam kehidupan bernegara dan juga beragama harus dibatasi oleh Nilai-Nilai; dengan batasan nilai-nilai kenegaraan dan keagamaan kita akanmenjadi bangsa yang Agung dengan masyarakat yang mulia. Dalam kehidupanbernegara dan juga beragama harus dibatasi oleh Norma-Norma; dengan batasan Norma-Normakenegaraan dan keagamaan kita akan menjadi bangsa yang Beradab denganmasyarakat yang arif dan bijaksana. Dalam kehidupan bernegara dan juga beragamajuga harus dibatasi oleh Moral-Moral; dengan batasan Moral-Moral kenegaraan dankeagamaan kita akan menjadi negara bangsa yang Sejahteta dengan masyarakat yangbahagia.

Ketiga batasan kebebasan tersebut dilanggar pastilah akan rusak kehidupanberbangsa, bernegara dan beragam dalam masyarakat. Moral warga negara kitasudah sepatutnya dipertanyakan; mulai dari strata ekonomi lemah maupun yangkuat; strata pendidikan dasar sampai dengan doktor; tidak ada beda subtansidalam hidup bernegara dan beragama. Warga negara ekonomi lemah mengais makandalam tong-tong sampah; warga negara ekonomi kuat mengais makan dalam tong-tongbunga bank, judi, spekulasi. Masyarakat lulusan sekolah dasar mencuri,merampok; masyarakat lulusan pendidikan tinggi juga korupsi; hanya caranya yangberbeda. Lulusan sekolah dasar mencuri dan merampok dengan cara manual kalaululusan pendidikan tinggi dengan cara proposal. Pada dasarnya sama-sama melakukanpelanggaran.

Dari fenomena kehidupan bernegara dan beragama di atas seharusnya tidakterjadi pada bangsa Indonesia yang sudah 65 tahun merdeka. Kemerdekaan ataukebebasan ini lebih bermakna apabila kita tempatkan pada lubuk hati sanubariyang paling dalam. Artinya sudah waktunya kita memerdekakan dan membebaskanhati kita dari sifat buruk; iri dengki, tamak, dendam dan lain sebagainya;ketika hati ini sudah berserah tidak ada lagi keangkuhan, egois, sombong, apalagi takut miskin. Ketika kehidupan bernegara dan beragama dimulai dari hatiyang ikhlas, yakin, dan sabar; dan dengan niat segala sesuatu dalam kehidupanini sebagai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa; yakin di negera Indonesia tidakada lagi diskriminasi, intimidasi kelompok minoritas, bentrok massa, korupsi. Warganegara secara individu harus dimunculkan sikap budi pekerti yang luhur dibarengidengan gerakan keagamaan tentunya akan menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang Agung, Berwibawa dan Beradab.

Merdeka ternyata Tidak Merdeka Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/social-sciences/sociology/2038601-merdeka-ternyata-tidak-merdeka/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: